Aceh Tenggara
Aceh Barat
SubulussalamBireuen
Lhokseumawe
Aceh Timur
Langsa
Bener Meriah
Gayo Lues
Aceh Singkil
Aceh Utara
Aceh Selatan
Curah hujan yang sangat tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi yang labil menjadi pemicu utama bencana. BNPB telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera sepanjang akhir tahun, termasuk Aceh.
Baca Juga: Fakta Lengkap Ambruknya Asrama Dayah di Bireuen: Dampak Banjir Bandang dan 329 Santri Mengungsi
Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung dari 28 November hingga 11 Desember 2025.
Artikel Terkait
Status Awas, Gunung Semeru Erupsi dan Keluarkan Awan Panas: 300 Warga Dievakuasi
Begini Kondisi Terbaru Erupsi Gunung Semeru Menurut PVMBG
Status Awas Belum Dicabut, Gunung Semeru Masih Keluarkan Erupsi dan Berpotensi Picu Lahar Dingin
1.116 Warga Mengungsi akibat Erupsi Semeru, BNPB Pastikan Layanan Darurat Tetap Siaga
Jalur Lahar Gunung Semeru ke Tanggul Sumbersari Terputus, Ribuan Warga Terancam Banjir Lahar Dingin
Status Awas, Aktivitas Gunung Semeru Meningkat: Zona Bahaya Diperluas hingga 20 Km
Situasi Terbaru Pengungsi Erupsi Semeru: Logistik Aman, Pemkab Lumajang Larang Posko Liar
Semeru Masih Gelisah: Asap 1.000 Meter, 36 Gempa, dan Warga Diminta Menjauh
Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, Warga Diminta Menjauhi Zona Merah Hingga 20 Km
Erupsi Gunung Semeru: Ratusan Warga Mengungsi, Lahan Pertanian Rusak, Status Masih Awas