Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan, 15 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Kamis, 27 November 2025 | 15:45 WIB
Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan, 15 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi. (BPBD Tapsel)
Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan, 15 Tewas, Ribuan Warga Mengungsi. (BPBD Tapsel)

TITIKTEMU.CO - Bencana banjir dan longsor kembali menerjang wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Hingga Rabu 26 November 2025, total 15 warga dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, ribuan penduduk harus mengungsi karena rumah mereka terendam dan akses jalan terputus. Pemerintah daerah kini menetapkan status tanggap darurat dan mempercepat penanganan di lapangan.

Diketahui, banjir bandang dan longsor ini menerjang sejak Senin malam 24 November. Korban terdiri dari satu warga Sipirok, satu warga Angkola Barat, dan 13 warga Kecamatan Batangtoru.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjang Tapanuli Tengah: 4 Warga Meninggal, Ribuan Rumah Terendam, Akses Terputus Total 

Selain korban meninggal, BPBD Tapanuli Selatan mencatat sekitar 3.000 kepala keluarga dilaporkan mengungsi ke berbagai titik pengungsian darurat, mulai dari sekolah, rumah ibadah, hingga tenda yang didirikan BPBD.

Banyak warga kehilangan rumah dan harta benda mereka akibat derasnya air dan runtuhan tanah yang melanda wilayah tersebut.

Bencana ini menyusul hujan ekstrem yang mengguyur selama beberapa jam, dan mengakibatkan sungai-sungai meluap, kemudian menyebabkan tebing di kawasan perbukitan runtuh.

Air sungai meluap menggenangi pemukiman, sementara material lumpur dan batu menutup jalan-jalan utama, sehingga menyulitkan tim penyelamat mencapai lokasi-lokasi yang terisolasi.

Baca Juga: Jalur Lahar Gunung Semeru ke Tanggul Sumbersari Terputus, Ribuan Warga Terancam Banjir Lahar Dingin 

Evakuasi Masih Berlangsung, Cuaca Tak Stabil Jadi Tantangan

Kepala BPBD Tapanuli Selatan, Zulkarnaen Siregar, mengatakan proses evakuasi masih terus dilakukan. Tim gabungan harus berhati-hati dalam menyisir kawasan perbukitan karena kondisi cuaca masih tak menentu.

“Curah hujan masih tinggi sehingga evakuasi berlangsung dengan kehati-hatian. Sejumlah titik masih tergenang dan beberapa wilayah sulit dijangkau,” jelasnya.

Tim penyelamat dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Basarnas bekerja membuka akses jalan dengan menggunakan alat berat.

Di beberapa lokasi, petugas dan Tim SAR bahkan harus berjalan kaki melintasi medan curam untuk mengevakuasi warga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X