Aksi Tertahan, Gelombang Baru Menanti: Buruh Siapkan Demo Lanjutan hingga Ancaman Mogok Nasional

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 24 November 2025 | 17:30 WIB
Ketua Umum Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja (KSPI) Said Iqbal beri penjelasan alasan pembatalan demo buruh 24 November 2025.  (Instagram/saidiqbalorange)
Ketua Umum Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja (KSPI) Said Iqbal beri penjelasan alasan pembatalan demo buruh 24 November 2025. (Instagram/saidiqbalorange)

Perhitungan berdasarkan inflasi 3,26 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, dengan indeks tertentu 1,0.

Hasilnya adalah kenaikan 8,46 persen yang dibulatkan menjadi 8,5 persen.

Jika indeks yang digunakan 1,4—seperti daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi—kenaikannya mencapai 10,5 persen.

2. Kenaikan 7,77 persen

Opsi ini memakai data Badan Pusat Statistik (BPS): inflasi 2,65 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,12 persen (periode Okt 2024–Sept 2025).

Baca Juga: Pakar Hukum Soroti Kejanggalan Kematian Dirut Bank BJB dan Minta Investigasi Menyeluruh

Rumusnya adalah 2,65 persen + (1,0 × 5,12 persen) = 7,77 persen.

3. Kenaikan 6,5 persen

Opsi ketiga disamakan dengan kenaikan UMP 2025 yang ditetapkan Presiden Prabowo.

Menurut buruh, kondisi makro ekonomi tahun ini hampir identik dengan tahun lalu sehingga persentase kenaikan bisa disamakan.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X