TITIKTEMU.CO - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan penyelundupan besar pakaian bekas impor ilegal.
Dalam operasi penindakan yang digelar Jumat, 21 November 2025, polisi menyita 439 bal pakaian bekas (balpres), jumlah yang termasuk salah satu penyitaan terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Edy Suranta Sitepu, menegaskan bahwa kegiatan penyelundupan ini berjalan secara terorganisir, melibatkan jaringan logistik lintas daerah, serta memanfaatkan gudang-gudang transit untuk memecah distribusi.
Baca Juga: Sunyi dari Penjelasan: Misteri Wafatnya Dirut BJB dan Riuh Sorotan soal Etika Pejabat
Ratusan Balpres Berasal dari Negara-Negara Asia Timur
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa barang-barang ilegal tersebut didominasi pakaian bekas impor dari tiga negara Asia Timur.
“Dari keterangan saksi dan bukti, barang berasal dari Korea Selatan, Cina, dan Jepang,” kata Edy.
Temuan ini menunjukkan bahwa penyelundupan dilakukan lewat jalur impor gelap yang telah lama beroperasi, memanfaatkan jalur laut dan darat sebelum masuk ke wilayah Indonesia.
Baca Juga: Melangkah ke Masa Depan Emas: Strategi BSI Bangun Ekosistem Bullion Bank Berbasis Syariah
Distribusi Berlapis, Menggunakan Banyak Truk dan Gudang Penampungan
Polisi mengungkap bahwa jaringan pelaku memakai lebih dari satu kendaraan untuk mengelabui petugas.
Saat operasi berlangsung, penyidik menemukan dua truk lain yang tengah bergerak menuju sebuah gudang besar.
“Dua truk tambahan ditemukan di area pergudangan PT RPD di Padalarang, Bandung Barat,” jelas Edy.
Gudang tersebut menjadi titik transit penting bagi peredaran balpres ilegal, menandakan adanya sistem rantai pasok yang tersusun rapi, dengan peran dan alur distribusi yang tidak sederhana.
Artikel Terkait
Cara Main Game Netflix Favorit di TV dengan Kontrol HP Android Dan iPhone atau iPad
Antara Golf dan Tanggung Jawab: Meninggalnya Dirut BJB dan Sorotan Etika Pejabat Negara
Sunyi dari Penjelasan: Misteri Wafatnya Dirut BJB dan Riuh Sorotan soal Etika Pejabat
Tanah yang Direbut, Suara yang Dibungkam: Laporan JATAM Bongkar Kekacauan Tambang Maluku Utara
Sukses di U-17, Tantangan Baru Menanti: Nova Arianto Resmi Nahkodai Timnas U-20
Reformasi atau Formalitas? Sri Radjasa Soroti Dominasi Jenderal dalam Komisi Percepatan Reformasi Polri
Melangkah ke Masa Depan Emas: Strategi BSI Bangun Ekosistem Bullion Bank Berbasis Syariah
Fakta-fakta Terbaru Kasus Kematian Dosen Untag Semarang, Satu KK dengan AKBP Basuki
BRI Perluas Penyaluran KUR Kepada 3,2 juta Debitur UMKM Senilai Rp147,2 T, Dorong Pertumbuhan Inklusif
Download eFootball PES 2026 PPSSPP Super Liga Indonesia dan Update Liga Asia 2025/26, Sensasi Bermain dengan Kamera PS5