PVMBG kembali menegaskan serangkaian rekomendasi keselamatan yang wajib diperhatikan masyarakat:
- Tidak boleh ada aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 20 km dari puncak.
- Di luar radius tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
- Tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak karena potensi lontaran batu pijar.
- Untuk informasi lanjutan dan pembaruan aktivitas Semeru, warga dapat mengakses website Badan Geologi dan platform Magma Indonesia.
Dengan kondisi saat ini, kewaspadaan dan kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti panduan keselamatan menjadi kunci penting.
Semeru masih aktif dan berpotensi membahayakan, sehingga siapa pun yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan rawan perlu terus mengikuti perkembangan resmi.***
Artikel Terkait
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi, Kolom Abu Capai 500 Meter, Status Waspada
Erupsi Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 7 Km
Gunung Semeru Naik Status Menjadi Awas: Pendakian dan Akses Malang–Lumajang Ditutup
Gunung Semeru Naik ke Status Awas, Awan Panas Beruntun dan Guguran Lava Meningkat Tajam
Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Letusannya dari 1818 hingga Kini
Gunung Semeru Erupsi, 178 Pendaki Tertahan di Ranu Kumbolo, Dievakuasi Kamis Pagi