Tuai Kontroversi Publik? Ini Kronologi Penemuan Ladang Ganja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 20 Maret 2025 | 11:00 WIB
Penemuan Ladang Ganja yang Berada di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (instagram.com/pndkindo)
Penemuan Ladang Ganja yang Berada di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (instagram.com/pndkindo)

TITIKTEMU.CO - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) baru-baru ini dikejutkan dengan penemuan 59 titik ladang ganja yang tersebar di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Wilayah II TNBTS, Decky Hendra, menyatakan bahwa total luas ladang ganja tersebut mencapai satu hektar, dengan setiap titik memiliki ukuran yang bervariasi antara 4 hingga 16 meter persegi.

Penemuan ladang ganja ini tidak lepas dari bantuan teknologi drone yang digunakan untuk mengidentifikasi lokasi tersembunyi yang ada di antara semak belukar yang lebat.

Baca Juga: Lowongan Kerja Maret 2025: Bina BNI Teller Kantor Wilayah 08, Ini Syaratnya

Decky menjelaskan, "Titik ladang ganja ini memiliki luas yang bervariasi dan ditemukan dengan bantuan drone." Penemuan ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kepolisian Republik Indonesia.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa ladang ganja ini bukan hasil dari aktivitas internal TNBTS, melainkan hasil investigasi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Polisi Hutan dan Manggala Agni. "Ladang ganja ini bukan berasal dari pekerjaan teman-teman di TNBTS, tetapi hasil kerjasama dengan kepolisian untuk menemukannya," jelas Raja Juli.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa ladang ganja tersebut terletak di luar jalur wisata Gunung Bromo dan jalur pendakian Gunung Semeru.

Baca Juga: Mantan Dirjen Perkeretaapian Terlibat Kasus Korupsi, Negara Alami Kerugian Rp1,1 Miliar

Lokasi ladang ganja ini ditemukan di sisi timur kawasan TNBTS, tepatnya di Blok Pusung Duwur, Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Seduro dan Gucialit.

"Tanaman ganja tersebut tidak ditemukan di jalur Bromo atau Semeru, melainkan di sisi timur kawasan TNBTS," kata Rudi.

Ladang ganja tersebut tersembunyi di area yang memiliki kemiringan curam dan tertutup vegetasi lebat seperti kirinyu, genggeng, dan anakan akasia, yang membuatnya sulit diakses oleh petugas tanpa bantuan teknologi.

Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Dikabarkan akan Mundur dari Kabinet Merah Putih Usai Prediksi Cak Nun Viral, Betulkah Demikian?

Jarak antara lokasi ladang ganja dan jalur wisata Gunung Bromo sekitar 11 kilometer, sementara jalur pendakian Gunung Semeru terletak sekitar 13 kilometer dari lokasi tersebut. Ladang ganja ini pertama kali terdeteksi pada September 2024, saat penyelidikan yang dilakukan oleh Polri berhasil menangkap tersangka yang memiliki ladang tersebut. Setelah itu, TNBTS turut membantu dalam mengidentifikasi lokasi-lokasi ladang yang sulit dijangkau.

Petugas yang diturunkan untuk investigasi meliputi Polisi Hutan, Manggala Agni, serta masyarakat yang bekerja sama dengan polisi hutan. "Ladang ganja sering ditemukan di lokasi yang sulit dijangkau, sehingga kami menurunkan petugas termasuk Kepala Balai Taman Nasional, Polhut, Masyarakat Mitra Polhut, dan Manggala Agni yang ada di sana, dibantu dengan teknologi drone," ujar Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: menlhk.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X