Hal ini penting karena awan panas, aliran lahar, maupun material vulkanik dapat meluncur mengikuti aliran sungai dan berpotensi menjangkau hingga 13 kilometer dari puncak.
“Jangan beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena jalur ini sangat berisiko terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar,” ujar Mukdas.
Baca Juga: Gunung Semeru Lima Kali Erupsi, Kolom Abu Capai 500 Meter, Status Waspada
Ancaman Awan Panas dan Guguran Material
Selain itu, radius 2,5 kilometer dari kawah juga wajib steril dari aktivitas warga maupun pendaki. Area ini merupakan zona paling berbahaya karena berpotensi terdampak lontaran batu pijar maupun guguran material.
Masyarakat diimbau tetap siaga terhadap. Ancaman awan panas, guguran lava, hingga lahar hujan di sepanjang aliran sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat masih harus diwaspadai.
Sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan pun tidak luput dari ancaman aliran lahar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.***
Artikel Terkait
Temuan Ladang Ganja di Lereng Gunung Semeru, Polisi Temukan 365 Pohon Ganja
Usai 5 Tahun Ditutup, Jalur Pendakian Gunung Semeru Akhirnya Resmi Dibuka Menteri Kehutanan Sampai Ranu Kumbolo
Tuai Kontroversi Publik? Ini Kronologi Penemuan Ladang Ganja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Gunung Marapi Erupsi Lagi 23 Juli 2025: Kolom Abu Capai 4.491 Meter, Warga Diimbau Waspada Lahar dan ISPA
Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Hebat, Kolom Abu Capai 12 Km di Atas Permukaan Laut
Jejak Sang Raja Hutan: Macan Tutul Jawa Pulang Kampung ke Kaki Gunung Tangkuban Parahu