Di bawah kepemimpinannya, berbagai upaya pelestarian adat dan kebudayaan Jawa terus dijalankan. PB XIII kerap menjadi tokoh sentral dalam setiap upacara adat Kraton Surakarta.
Mulai dari Sekaten, Kirab Malam 1 Syura, Grebeg Maulud, Tedhak Sinten, hingga berbagai ritual sakral keraton SUrakarta lainnya.
Baca Juga: Mantan Menag Suryadharma Ali Meninggal Dunia di Usia 69 Tahun
Tak hanya di lingkungan keraton, PB XIII juga aktif membangun hubungan baik dengan masyarakat luas dan pemerintah daerah. Ia dianggap berperan penting dalam menjaga harmoni antara nilai-nilai tradisi dan modernitas di tengah perubahan zaman.
Bagi masyarakat Solo, PB XIII bukan hanya simbol kebesaran kerajaan, tapi juga sosok ayah yang dekat dan ramah.
Banyak warga yang mengenangnya sebagai figur sederhana yang sering menyapa rakyatnya dengan senyum hangat setiap kali menghadiri acara budaya atau keagamaan.
Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat daerah juga mulai menyampaikan ucapan belasungkawa melalui media sosial.
Mereka mengenang PB XIII sebagai sosok panutan yang konsisten menjaga warisan leluhur dan memperkuat identitas budaya Jawa di tengah arus globalisasi.
“Beliau adalah penjaga nilai-nilai luhur budaya Jawa. Kepergian Sinuhun merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Surakarta dan seluruh pecinta budaya Nusantara,” tulis salah satu tokoh budaya Solo melalui akun pribadinya.
Baca Juga: Suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf Meninggal Dunia: Ucapan Duka Mengalir Deras
Duka Menyelimuti Kraton Surakarta
Sejak kabar duka menyebar, suasana di sekitar Kraton Kasunanan Surakarta tampak hening. Sejumlah abdi dalem dan warga mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Bendera setengah tiang dikibarkan sebagai tanda berkabung, sementara tabuh gamelan berhenti mengalun, menandai suasana duka yang mendalam.
Meski belum ada pengumuman resmi terkait tempat persemayaman, masyarakat diperkirakan akan memadati area keraton begitu upacara penghormatan dibuka.
Baca Juga: Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Di Hari Kedua Lebaran
Artikel Terkait
Mat Solar Meninggal Dunia, Dimakamkan Di Ciputat
Artis Legendaris Titiek Puspa Meninggal Pada Usia 87 Tahun. Sempat menulis 61 lagu saat dalam perawatan sakitnya
Mengenang Titiek Puspa: Ikon Musik Indonesia di Tengah Gempuran Budaya Barat
Kisah Titiek Puspa dan Warisan Musik Istana: Dari Nama Pemberian Soekarno hingga Grup Lensois
Yurike Sanger, Istri ke-7 Presiden Soekarno, Wafat di Usia 81 Tahun