“Kami sudah mengarahkan tim untuk mendampingi korban dan memastikan penanganannya berlangsung transparan,” ujar Nanik.
Kronologi: Kunjungan Mendadak Berujung Kekerasan
Berdasarkan laporan resmi Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN tertanggal 30 Oktober 2025, insiden bermula ketika Hasan Basri melakukan kunjungan mendadak tanpa pemberitahuan ke dapur MBG di Desa Sagoe.
Baca Juga: Ekonom Anthony Budiawan Sebut Ada Pemufakatan Jahat dan Dugaan Mark Up di Proyek Kereta Cepat Whoosh
Awalnya, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melakukan pembinaan dan pengawasan. Namun, situasi berubah memanas saat Hasan membentak para relawan, mengeluarkan ancaman, lalu memukul Kepala SPPG Muhammad Reza di hadapan petugas lainnya.
Ketegangan baru mereda setelah asisten pribadi Hasan turun tangan untuk melerai.
Setelah kejadian, korban bersama koordinator wilayah dan relawan segera melaporkan peristiwa itu kepada Bupati Pidie Jaya.
Sang bupati dikabarkan menyarankan agar pihak SPPG menempuh jalur hukum apabila merasa dirugikan atas insiden tersebut.***
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan 240 Ribu Hektare Lahan untuk Produksi Bioetanol Nasional, Target Kurangi Impor BBM pada 2027
Ekonom Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Soroti Keterlibatan Pejabat dan Klaim ‘Proyek Busuk’
Ratusan Siswa di Gunungkidul Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, Bupati Turun Tangan Tinjau Dapur Sekolah
Ekonom Anthony Budiawan Sebut Ada Pemufakatan Jahat dan Dugaan Mark Up di Proyek Kereta Cepat Whoosh
Mahfud MD: KPK Bisa Panggil Jokowi Terkait Dugaan Kejanggalan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Istana Tegaskan Pembentukan Tim Koordinasi MBG untuk Perkuat Kinerja Badan Gizi Nasional