Survei Litbang Kompas (Januari 2025) menunjukkan kepuasan publik stagnan di angka 52%.
Artinya, hampir setengah rakyat masih ragu dengan arah kebijakan pemerintah.
Ketimpangan persepsi ini menjadi masalah serius: pemerintah bicara makro, rakyat bicara kebutuhan sehari-hari—makan, sekolah anak, biaya hidup.
Satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran menunjukkan bahwa tantangan ekonomi dan pendidikan lebih kompleks daripada retorika kampanye.
Pertumbuhan ekonomi yang stagnan tidak cukup menjawab kekhawatiran rakyat, dan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Pemerintah boleh bicara visi besar, tetapi tanpa eksekusi berbasis data dan keberpihakan pada rakyat, seluruh janji akan tetap slogan.
Evaluasi ini bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk mengingatkan: kekuasaan harus terus dikoreksi agar tidak buta arah dan tidak tuli terhadap suara rakyat yang makin resah.***
Artikel Terkait
Bara Panas Proyek Whoosh: Mahfud MD Tantang KPK Usut Dugaan Mark Up Tanpa Menunggu Laporan!
DOWNLOAD Stella Sora untuk Android, iOS, dan PC, Cek Spesifikasi dan Ukuran
LINK DOWNLOAD eFootball 2026 Versi 5.0.0 dan Cara Update di Android, iOS, dan PC
Cara Download Valorant Mobile di Android dan iOS untuk Pemain Global
Mengapa Menkeu Purbaya Tolak Utang Kereta Cepat Woosh Dibayar APBN? Cek Besarannya
Peringatan Keras dari OJK: Uang Rp7 Triliun Raib Dibawa Penipu Digital, Indonesia Darurat Scam!
23 Juta Peserta Menunggak, Pemerintah Siapkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan
20 Prompt Gemini AI untuk Bikin Potret Close Up yang Elegan, Estetik, dan Realistis!
OJK Ungkap Kerugian Akibat Penipuan Keuangan Capai Rp7 Triliun, Indonesia Tertinggi di Dunia?
Pemerintah Kaji Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Lebih dari 23 Juta Peserta Masih Menunggak Rp10 Triliun