- Gini Ratio: naik dari 0,381 menjadi 0,391, jurang kaya-miskin makin lebar
- Pengangguran: 8 juta orang setengah menganggur (BPS 2025)
- Utang pemerintah: Rp 8.400 triliun (Kemenkeu 2025)
Ekonom Bhima Yudhistira menyatakan:
> “Pertumbuhan ekonomi saat ini semu. Sektor finansial berkembang, sektor riil melambat. Daya beli rakyat lemah.”
Alih-alih memperkuat ekonomi rakyat, fokus pemerintah masih ke proyek besar yang makan anggaran, termasuk proyek infrastruktur dengan manfaat yang belum jelas bagi rakyat bawah.
Baca Juga: Peringatan Keras dari OJK: Uang Rp7 Triliun Raib Dibawa Penipu Digital, Indonesia Darurat Scam!
Distribusi Kesejahteraan Masih Tidak Merata
Harga pangan masih menjadi mimpi buruk bagi rakyat kecil. SPHP Bulog memang ada, tapi tak cukup menahan kenaikan harga pasar.
- Harga beras premium: Rp 17.000–18.000/kg di banyak wilayah (SIDAK Pasar 2025)
- Upah buruh: stagnan, tidak ada kenaikan signifikan
- UMKM: banyak yang gulung tikar karena tekanan ekonomi
Pendidikan: Akses Ada, Kualitas Masih Darurat
Visi Indonesia Emas 2045 sulit tercapai jika pendidikan hari ini stagnan.
Skor PISA Indonesia 2025: turun di Matematika dan Sains
- 75% sekolah daerah kekurangan guru berkualitas
- 28% siswa berisiko putus sekolah karena alasan ekonomi (Kemendikbud 2025)
- Beban guru tinggi, gaji tidak meningkat signifikan
Pakar pendidikan Indra Charismiadji menilai:
> “Masalah pendidikan bukan sekadar kurikulum, tapi ketidakadilan akses. Pendidikan berkualitas hanya milik kota besar.”
Program-program baru sering berganti tanpa peta jalan yang jelas, sehingga masalah lama tetap ada.
Evaluasi Kinerja Menteri dan Kebijakan Pemerintah Berdasarkan Sektor
- Ekonomi – Menteri Keuangan: Fokus pada pertumbuhan makro, tapi daya beli rakyat bawah stagnan. Utang negara meningkat, tax ratio tidak naik signifikan.
- Perdagangan – Menteri Perdagangan: Harga bahan pokok masih sulit dikendalikan, terutama di daerah luar kota besar.
- Investasi – Kepala BKPM: Hilirisasi industri sering didominasi modal asing, sehingga manfaat ekonomi terbatas bagi rakyat lokal.
- Pendidikan – Menteri Pendidikan: Perubahan kurikulum sering berganti tanpa perbaikan kualitas guru dan akses pendidikan merata.
- Perindustrian – Menteri Perindustrian: Beberapa sektor industri strategis masih mengalami deindustrialisasi.
- Ketenagakerjaan – Menteri Ketenagakerjaan: Upah buruh lemah dan kesempatan kerja masih terbatas, terutama untuk generasi muda di luar kota besar.
Persepsi Publik dan Politik
Artikel Terkait
Bara Panas Proyek Whoosh: Mahfud MD Tantang KPK Usut Dugaan Mark Up Tanpa Menunggu Laporan!
DOWNLOAD Stella Sora untuk Android, iOS, dan PC, Cek Spesifikasi dan Ukuran
LINK DOWNLOAD eFootball 2026 Versi 5.0.0 dan Cara Update di Android, iOS, dan PC
Cara Download Valorant Mobile di Android dan iOS untuk Pemain Global
Mengapa Menkeu Purbaya Tolak Utang Kereta Cepat Woosh Dibayar APBN? Cek Besarannya
Peringatan Keras dari OJK: Uang Rp7 Triliun Raib Dibawa Penipu Digital, Indonesia Darurat Scam!
23 Juta Peserta Menunggak, Pemerintah Siapkan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan
20 Prompt Gemini AI untuk Bikin Potret Close Up yang Elegan, Estetik, dan Realistis!
OJK Ungkap Kerugian Akibat Penipuan Keuangan Capai Rp7 Triliun, Indonesia Tertinggi di Dunia?
Pemerintah Kaji Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Lebih dari 23 Juta Peserta Masih Menunggak Rp10 Triliun