Rapor Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Janji Besar, Realita Berat, dan Rakyat yang Makin Tersisih

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 20 Oktober 2025 | 10:45 WIB
Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka telah berjalan (Kolase tangkapan layar dari Instagram @psi_id)
Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka telah berjalan (Kolase tangkapan layar dari Instagram @psi_id)
  • Gini Ratio: naik dari 0,381 menjadi 0,391, jurang kaya-miskin makin lebar
  • Pengangguran: 8 juta orang setengah menganggur (BPS 2025)
  • Utang pemerintah: Rp 8.400 triliun (Kemenkeu 2025)

Ekonom Bhima Yudhistira menyatakan:

> “Pertumbuhan ekonomi saat ini semu. Sektor finansial berkembang, sektor riil melambat. Daya beli rakyat lemah.”

Alih-alih memperkuat ekonomi rakyat, fokus pemerintah masih ke proyek besar yang makan anggaran, termasuk proyek infrastruktur dengan manfaat yang belum jelas bagi rakyat bawah.

Baca Juga: Peringatan Keras dari OJK: Uang Rp7 Triliun Raib Dibawa Penipu Digital, Indonesia Darurat Scam!

Distribusi Kesejahteraan Masih Tidak Merata

Harga pangan masih menjadi mimpi buruk bagi rakyat kecil. SPHP Bulog memang ada, tapi tak cukup menahan kenaikan harga pasar.

  • Harga beras premium: Rp 17.000–18.000/kg di banyak wilayah (SIDAK Pasar 2025)
  • Upah buruh: stagnan, tidak ada kenaikan signifikan
  • UMKM: banyak yang gulung tikar karena tekanan ekonomi

Pendidikan: Akses Ada, Kualitas Masih Darurat

Visi Indonesia Emas 2045 sulit tercapai jika pendidikan hari ini stagnan.

Skor PISA Indonesia 2025: turun di Matematika dan Sains

  • 75% sekolah daerah kekurangan guru berkualitas
  • 28% siswa berisiko putus sekolah karena alasan ekonomi (Kemendikbud 2025)
  • Beban guru tinggi, gaji tidak meningkat signifikan

Pakar pendidikan Indra Charismiadji menilai:

> “Masalah pendidikan bukan sekadar kurikulum, tapi ketidakadilan akses. Pendidikan berkualitas hanya milik kota besar.”

Program-program baru sering berganti tanpa peta jalan yang jelas, sehingga masalah lama tetap ada.

 

Evaluasi Kinerja Menteri dan Kebijakan Pemerintah Berdasarkan Sektor

  • Ekonomi – Menteri Keuangan: Fokus pada pertumbuhan makro, tapi daya beli rakyat bawah stagnan. Utang negara meningkat, tax ratio tidak naik signifikan.
  • Perdagangan – Menteri Perdagangan: Harga bahan pokok masih sulit dikendalikan, terutama di daerah luar kota besar.
  • Investasi – Kepala BKPM: Hilirisasi industri sering didominasi modal asing, sehingga manfaat ekonomi terbatas bagi rakyat lokal.
  • Pendidikan – Menteri Pendidikan: Perubahan kurikulum sering berganti tanpa perbaikan kualitas guru dan akses pendidikan merata.
  • Perindustrian – Menteri Perindustrian: Beberapa sektor industri strategis masih mengalami deindustrialisasi.
  • Ketenagakerjaan – Menteri Ketenagakerjaan: Upah buruh lemah dan kesempatan kerja masih terbatas, terutama untuk generasi muda di luar kota besar.

Persepsi Publik dan Politik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Celios

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X