Dari jumlah tersebut, 165 orang dan tujuh potongan tubuh ditemukan. Rinciannya, 104 korban selamat dan 61 lainnya meninggal.. Dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga termasuk dalam temuan terakhir.
Sementara itu, sebanyak 104 korban selamat masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit sekitar Sidoarjo. Empat orang sudah diizinkan pulang, sebagian lainnya masih dalam perawatan intensif.
Baca Juga: Update Tragedi Ponpes Al Khoziny, 25 Korban Dievakuasi, Total Korban Meninggal 39 Orang
Keluarga korban kini menuntut penyelidikan atas kemungkinan kelalaian dalam pembangunan ponpes. Fauzi, salah satu perwakilan keluarga, meminta polisi untuk mengusut penyebab ambruknya bangunan.
“Berarti ada pelanggaran di situ dan harus diproses,” ujarnya dilansir dari Antara pada Selasa 6 Oktober 2025.
Pihak Polda Jawa Timur melalui Kombes Jules Abraham Abast menyatakan saat ini fokus utama masih pada penanganan kemanusiaan dan evakuasi korban.
“Proses penyelidikan akan dilakukan setelah seluruh tahapan kemanusiaan selesai,” tegasnya.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap keamanan bangunan fasilitas pendidikan, terutama di lingkungan pesantren.***
Artikel Terkait
Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Musala Ambruk Saat Salat Ashar, Puluhan Santri Masih Hilang
4 Fakta Terkini Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 100 Korban, 26 Santri Masih Hilang
Tragedi Musala 3 Lantai Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 66 Santri Diduga Masih Tertimbun Reruntuhan
Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk: 108 Korban Dievakuasi, 5 Santri Meninggal Dunia
Tragedi Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny: Korban Meninggal Jadi 13 Orang
Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Berlanjut, 14 Santri Dinyatakan Meninggal Dunia