Ahmad Rijalul Haq (16 tahun), dari Dapuan Baru, Surabaya.
Moh. Royhan Mustofa (17 tahun), dari Kamal, Bangkalan.
Abdul Fattah (18 tahun), dari Asem Manunggal, Sampang.
Wasiyur Rohib (17 tahun), dari Jalan Gayungan, Surabaya.
Moh. Aziz Pratama Yudistira (16 tahun), dari Cikarang Utara, Bekasi.
Moh. Dafin (13 tahun), dari Bulu Lor, Semarang.
Ali Rahbini (19 tahun), dari Tambelang, Sampang.
Sulaiman Hadi (15 tahun), dari Kolla Modung, Bangkalan.
Peristiwa tragis ini terjadi pada 29 September 2025 pukul 15.00 WIB, saat para santri sedang melaksanakan salat Asar di lantai dasar musala empat lantai tersebut.
Bangunan mendadak runtuh dan menimpa para santri di dalamnya. Dari total 167 orang yang berada di lokasi, sebagian besar adalah santri muda berusia belasan tahun.
Tim SAR gabungan dan para relawan selama berhari-hari berusaha keras mengevakuasi para korban dari puing-puing dan reruntuhan bangunan.
Proses identifikasi terakhir mengungkap 17 nama santri korban meninggal. Jenazah mereka telah disalatkan dan diserahkan ke keluarga masing-masing.
Baca Juga: Dzikir Haikal di Bawah Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny, Rafli yang Rela Berkorban
Keluarga Tuntut Penyelidikan
BNPB melalui Deputi III Tanggap Darurat, Mayjen Budi Irawan, menyebut data terbaru dari Posko Penanganan Darurat yang dihimpun BNPB mencatat, total korban terdampak mencapai 167 jiwa.
Artikel Terkait
Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Musala Ambruk Saat Salat Ashar, Puluhan Santri Masih Hilang
4 Fakta Terkini Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 100 Korban, 26 Santri Masih Hilang
Tragedi Musala 3 Lantai Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 66 Santri Diduga Masih Tertimbun Reruntuhan
Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk: 108 Korban Dievakuasi, 5 Santri Meninggal Dunia
Tragedi Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny: Korban Meninggal Jadi 13 Orang
Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Berlanjut, 14 Santri Dinyatakan Meninggal Dunia