Tragedi ini mendorong Presiden Prabowo Subianto melakukan langkah cepat dengan menginstruksikan evaluasi nasional terhadap seluruh bangunan pondok pesantren di Indonesia.
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap keamanan dan kelayakan struktur bangunan lembaga pendidikan keagamaan.
“Evaluasi ke depan ke semua pondok pesantren kita harapkan segera didata dan dipastikan keamanan dari sisi bangunan infrastruktur masing-masing pondok,” ujar Prasetyo di Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Baca Juga: Temuan 1.200 Ton Beras Bulog Hampir Rusak di Maluku Utara, Bulog Siapkan Langkah Reprocessing
Prasetyo juga menegaskan bahwa Presiden memantau langsung proses evakuasi dan penanganan korban, serta memerintahkan para menteri dan kepala daerah untuk turun langsung memberikan bantuan.
“Beliau memonitor terus. Karena itu, para menteri hingga gubernur diminta untuk turun langsung memastikan semua kebutuhan korban dan keluarga tertangani dengan baik,” tambahnya.
Melalui evaluasi besar-besaran ini, pemerintah berharap tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang. Selain memastikan keamanan fisik bangunan, langkah tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengawasan dan keselamatan di pesantren-pesantren seluruh Indonesia.***
Artikel Terkait
Luhut Binsar Pandjaitan: Serapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Sudah Baik, Tak Perlu Ditarik Menkeu
Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masih Berlanjut, 14 Santri Dinyatakan Meninggal Dunia
Temuan 1.200 Ton Beras Bulog Hampir Rusak di Maluku Utara, Bulog Siapkan Langkah Reprocessing
Timnas Indonesia Siap Hadapi Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Jadwal, Skuad, dan Peluang Lolos
VIVO dan APR Batal Beli BBM dari Pertamina, Ini Alasannya!