Kendala Berat dalam Proses Evakuasi
Yudhi menuturkan proses evakuasi bukan perkara mudah. Tim SAR gabungan harus berhadapan dengan reruntuhan bangunan musala yang terdiri dari dinding beton tebal dan besi tulangan kuat.
“Petugas harus menghancurkan beton dan memotong besi satu per satu untuk bisa mengeluarkan korban. Hal ini membuat evakuasi memakan waktu cukup lama,” jelasnya.
Jumlah Korban Keseluruhan
Dari total 116 orang yang menjadi korban insiden ini, sebanyak 103 orang berhasil selamat. Sementara itu, 13 orang meninggal dunia, empat di antaranya sudah diidentifikasi tim medis.
Operasi penyelamatan dilakukan dengan melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi dan organisasi. Tidak hanya Basarnas, tetapi juga TNI, Polri, BPBD, PMI, hingga tim pemadam kebakaran.
Bahkan, sejumlah komunitas relawan lokal seperti Banser Sidoarjo, Kanjuruhan Rescue, hingga LPBI NU turut terlibat di lapangan.***
Artikel Terkait
Gempa Dahsyat 6,9 SR Guncang Filipina: 69 Tewas, Ratusan Luka, Bangunan Bersejarah Runtuh
Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk: 108 Korban Dievakuasi, 5 Santri Meninggal Dunia
Menkeu Purbaya Tegaskan Cukai Rokok 2026 Tidak Naik, Kritik dan Dukungan Bermunculan
DPR Soroti Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Disebut Jadi Biang Masalah
Pemerintah Beri Insentif Guru dan Kader untuk Perkuat Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kabar Gembira! Pemerintah Siapkan Pembebasan Tunggakan BPJS Kesehatan, Peserta Bisa Mulai dari Nol
Percepat Penyaluran KPR FLPP, BRI Dukung Realisasi Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita Pemerintah