TITIKTEMU.CO - Kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri RI, Arya Daru Pangayunan, hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan.
Meski Polda Metro Jaya telah menyimpulkan tidak ada unsur pidana, keluarga merasa sejumlah fakta di lapangan justru memperlihatkan kejanggalan yang belum terungkap.
Pada Selasa, 30 September 2025, keluarga Arya Daru bersama kuasa hukum mendatangi Komisi XIII DPR RI.
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata mencari dukungan agar kasus ini ditangani lebih serius oleh Bareskrim Polri.
Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Musala Ambruk Saat Salat Ashar, Puluhan Santri Masih Hilang
Desakan Tarik Kasus ke Bareskrim
Kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprilindo, menegaskan bahwa penanganan di Polda Metro Jaya dirasa belum maksimal.
Karena itu, keluarga mendorong agar kasus ini segera ditarik ke Bareskrim Polri.
“Kami sudah berkali-kali meminta audiensi, tapi selalu ditolak. Seolah ada sesuatu yang ditutup-tutupi. Kalau begini, kasus ini bisa jadi dark case,” tegas Nicholay di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Baca Juga: Timnas Indonesia Vs Arab Saudi: Duel Harga Diri, Cedera Kapten Lawan Jadi Harapan Garuda
Klarifikasi Barang Bukti yang Kontroversial
Salah satu hal yang disorot keluarga adalah temuan alat kontrasepsi dalam penyelidikan.
Temuan ini sempat menimbulkan persepsi keliru di publik.
Nicholay menegaskan barang tersebut bukan milik pihak lain, melainkan milik istri Arya, Meta Ayu Puspitantri.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Vs Arab Saudi: Duel Harga Diri, Cedera Kapten Lawan Jadi Harapan Garuda
MK Tolak Wacana Capres Harus Sarjana: Pendidikan SMA Masih Jadi Syarat Minimal
Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: Musala Ambruk Saat Salat Ashar, Puluhan Santri Masih Hilang
Merak Bebas di Duren Sawit: Bikin Heboh Warga tapi Ternyata Bukan Satwa Dilindungi
MK Tegaskan: Syarat Pendidikan Capres-Cawapres Tetap Minimal SMA
Timnas Indonesia Siap Tantang Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Al Dawsari Diragukan Tampil
4 Fakta Terkini Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 100 Korban, 26 Santri Masih Hilang
Kasus Keracunan Massal Bandung Barat: Evaluasi Ketat Program Makan Bergizi Gratis dan Usulan Dapur Sekolah
Erick Thohir Dorong Dana Pensiun Atlet dan Pelatih Berprestasi, Dapat Restu Menkeu tapi Perlu Kajian DPR
Cara Mencairkan Uang Hijau di Crazy Rock Tanpa Antrean