Kasus Keracunan Massal Bandung Barat: Evaluasi Ketat Program Makan Bergizi Gratis dan Usulan Dapur Sekolah

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 30 September 2025 | 12:45 WIB
Kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG tengah menuai sorotan tajam buntut kasus keracunan massal.  (Dok. . BGN)
Kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG tengah menuai sorotan tajam buntut kasus keracunan massal. (Dok. . BGN)

Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa salah satu penyebab keracunan massal adalah kesalahan teknis, di mana dapur memasak terlalu awal sehingga makanan disimpan terlalu lama sebelum distribusi.

“Kami sudah minta agar proses memasak dimulai lebih siang, sehingga jeda antara masak dan distribusi tidak lebih dari empat jam,” jelas Dadan.

Selain itu, pergantian pemasok bahan baku mendadak juga turut memicu turunnya kualitas makanan. Untuk itu, BGN kini memperketat aturan agar pergantian pemasok dilakukan bertahap dan tetap terkontrol.

Baca Juga: DAFTAR SEGERA! Lowongan Kerja KAI Properti 2025: Rekrutmen S1/D4, Cek Syarat hingga Kualifikasinya di Sini

Tantangan Evaluasi MBG ke Depan

Evaluasi ketat yang dilakukan BGN dan usulan perombakan dari DPR menunjukkan bahwa program MBG masih menghadapi tantangan besar. Meski demikian, langkah ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan 30 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program unggulan pemerintah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X