Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa salah satu penyebab keracunan massal adalah kesalahan teknis, di mana dapur memasak terlalu awal sehingga makanan disimpan terlalu lama sebelum distribusi.
“Kami sudah minta agar proses memasak dimulai lebih siang, sehingga jeda antara masak dan distribusi tidak lebih dari empat jam,” jelas Dadan.
Selain itu, pergantian pemasok bahan baku mendadak juga turut memicu turunnya kualitas makanan. Untuk itu, BGN kini memperketat aturan agar pergantian pemasok dilakukan bertahap dan tetap terkontrol.
Tantangan Evaluasi MBG ke Depan
Evaluasi ketat yang dilakukan BGN dan usulan perombakan dari DPR menunjukkan bahwa program MBG masih menghadapi tantangan besar. Meski demikian, langkah ini dinilai penting untuk memastikan keselamatan 30 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program unggulan pemerintah.***
Artikel Terkait
Promo Susu UHT Alfamart 16–30 September 2025: Hemat Besar untuk Ultra Milk, Indomilk, Diamond, Greenfields, Frisian Flag, dan Oatside!
Lowongan Kerja Wardah Beauty Expert Penempatan Nias 2025: Cek Syarat, Kualifikasi, dan Cara Daftar
DAFTAR SEGERA! Lowongan Kerja KAI Properti 2025: Rekrutmen S1/D4, Cek Syarat hingga Kualifikasinya di Sini
MK Tegaskan: Syarat Pendidikan Capres-Cawapres Tetap Minimal SMA
Timnas Indonesia Siap Tantang Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Al Dawsari Diragukan Tampil
4 Fakta Terkini Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 100 Korban, 26 Santri Masih Hilang