TITIKTEMU.CO - Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik.
Forum yang seharusnya menjadi ruang demokrasi dan musyawarah ini justru menghadirkan dua versi “pemenang” ketua umum.
Kubu Agus Suparmanto menyatakan bahwa Agus terpilih secara aklamasi, sedangkan kubu Muhamad Mardiono bersikukuh bahwa Mardiono sudah lebih dulu ditetapkan secara sah melalui mekanisme resmi sidang.
Baca Juga: Minimalist Living: Seni Hidup Simpel yang Bikin Dompet Lebih Aman
Cerita Versi Agus Suparmanto: Aklamasi yang Dianggap Sah
Ketua Pimpinan Sidang Paripurna VIII, Qoyum Abdul Jabbar, menyebut mayoritas peserta muktamar sepakat mengangkat Agus secara aklamasi pada Sabtu (28/9/2025).
Ia menegaskan keputusan itu diambil tanpa ada peserta yang meninggalkan arena.
"Aklamasi Pak Agus Suparmanto adalah wujud aspirasi muktamirin,” ujar Qoyum. Menurutnya, ketua umum terpilih bersama tim formatur akan segera menyusun kepengurusan dengan mengakomodasi berbagai kekuatan di PPP.
Baca Juga: Flash Sale Tiket KAI Ludes Ribuan, Tenang Masih Ada Diskon 20% Buat Kamu!
Versi Kubu Mardiono: Aklamasi yang Disebut Ilegal
Di sisi lain, kubu Mardiono tak tinggal diam. Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Rapih Herdiansyah, menegaskan bahwa hasil sidang yang menetapkan axgus adalah ilegal.
Menurutnya, pimpinan sidang yang sah adalah Amir Uskara, bukan Qoyum.
“Pimpinan sidang yang sah, Pak Amir Uskara, sudah mengetuk palu menetapkan Pak Mardiono secara aklamasi,” kata Rapih.
Ia juga menggambarkan bagaimana suasana muktamar sejak pembukaan sudah tidak kondusif hingga berujung kericuhan, kursi terbang, dan adu klaim.
Artikel Terkait
Side Hustle Kekinian: Strategi Anak Muda Sulap Hobi Jadi Cuan
Minimalist Living: Seni Hidup Simpel yang Bikin Dompet Lebih Aman
Flash Sale Tiket KAI Ludes Ribuan, Tenang Masih Ada Diskon 20% Buat Kamu!
Kesempatan Emas! Program Management Trainee BCA 2025 Dibuka untuk Fresh Graduate S1 & S2
Olahraga Kekinian: 7 Workout Hits di Media Sosial yang Bikin Badan Sehat & Feed Aesthetic
Drama Laut Mediterania: Perjuangan Wanda Hamidah Bertahan Demi Misi Kemanusiaan ke Gaza
Stok BBM SPBU Swasta Masih Kosong Meski Ada Kesepakatan dengan Pertamina, Ini Penjelasan Dirjen Migas
Nasabah Resah BCA Mobile dan myBCA Error di Senin Pagi, Begini Kata Pihak Bank
Kemenkes Perketat Pengawasan Program MBG: Wajibkan SLHS, Awasi Proses Masak, hingga Gerakkan Puskesmas dan UKS
Drama BBM di SPBU Swasta: Kolaborasi Pertamina dan Pemerintah Demi Mengisi Tangki Kosong