“Ini program yang pro-job sekaligus pro-growth. Kalau implementasinya tepat, kemiskinan dan ketimpangan bisa berkurang signifikan,” tegas Arief.
Dengan jumlah pencari kerja mencapai 10,7 juta orang per tahun, tantangan pemerintah tidak ringan. Pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan kualitas pendidikan tenaga kerja menjadi kunci agar Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi dan mengurangi pengangguran.***
Artikel Terkait
Yamaha Kembali Hadirkan Program Miliarder di IMOS 2025, Ibu Rumah Tangga Asal Poso Raih Hadiah Rp1 Miliar
Keracunan Massal MBG Kembali Terjadi, 70 Siswa di Sumedang Jadi Korban hingga Polri dan DPR Turun Tangan
Menkeu Purbaya Tegaskan Jerat Pajak untuk Crazy Rich: Tak Ada Lagi Jalan Kabur bagi Pengemplang
Tangis Nanik Deyang dan Gelombang Kasus Keracunan MBG: BGN Janji Evaluasi Total di Tengah Krisis Kepercayaan
Lia Istifhama Hadiri Mediapreneur Talks Promedia di Surabaya, Dorong Kolaborasi Jurnalis Lokal untuk Tingkatkan Kualitas Media
Proyek Pani EMAS Siap Jadi Tambang Emas Primer Terbesar di Asia Pasifik, Produksi Komersial Dimulai 2026