TITIKTEMU.CO - Polemik soal tarif cukai rokok kembali menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku terkejut dengan tingginya tarif cukai rokok yang mencapai 57 persen.
Meski begitu, Purbaya menilai kebijakan cukai tetap berpengaruh besar terhadap penyerapan lapangan kerja di industri rokok.
Namun keterkejutan Menkeu itu dinilai pengamat ekonomi politik, Ichsanuddin Noorsy, lebih sebagai “gaya komunikasi publik” ketimbang ketidaktahuan.
Baca Juga: KPK Sebut Ustaz Khalid Basalamah Paling Tahu Oknum Kemenag dalam Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Pengamat: Purbaya Harusnya Sudah Paham Tarif Cukai Rokok
Menurut Ichsanuddin, dengan pengalaman panjang di bidang ekonomi, seharusnya Menkeu Purbaya sudah mengetahui kondisi tarif cukai rokok di Indonesia.
“Kalau main statistik keuangan, mestinya nggak terkejut dong. Kan ngikutin terus datanya. Jadi keterkejutan itu bagian dari gaya,” kata Ichsanuddin dalam diskusi Hotroom, Rabu (24/9/2025).
Cukai Rokok Turun Bisa Serap Tenaga Kerja
Lebih lanjut, Ichsanuddin menilai wacana menurunkan tarif cukai rokok dalam rangka memperluas lapangan kerja cukup tepat.
“Kalau cukai diturunkan, citra positif bisa muncul. Permintaan rokok naik, industri berkembang, dan penyerapan tenaga kerja meningkat,” jelasnya.
Namun ia menekankan bahwa dampak kebijakan fiskal dan moneter tidak bisa langsung terlihat, melainkan butuh jeda waktu.
“Kebijakan keuangan itu ada lag time. Minimal 1 bulan sampai 45 hari. Jadi efek kebijakan Purbaya baru bisa dilihat sekitar Desember nanti, bukan sekarang,” tambahnya.
Polemik Industri Rokok: Antara Pendapatan Negara dan Lapangan Kerja
Artikel Terkait
Misteri Dalang Demo Agustus 2025: Polri Buru Mastermind, Dugaan Pendana Gelap hingga Spekulasi Aktor Asing
BGN Tutup Dapur SPPG Penyebab Keracunan Massal MBG, Bentuk Tim Investigasi Khusus
Program MBG Diterpa Badai Keracunan, Menu Burger hingga Spageti Jadi Sorotan Ahli Gizi
Menu Kearifan Lokal di Program MBG: dari Ikan Hiu Penyebab Keracunan hingga Kontroversi Usulan Serangga
KPK Sebut Ustaz Khalid Basalamah Paling Tahu Oknum Kemenag dalam Kasus Korupsi Kuota Haji 2024