Dari Demo Sampai Gunung Tangkuban Parahu: Mahasiswa ITB Belajar Langsung Proses Kreatif Seniman Dunia

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 23 September 2025 | 22:05 WIB
Bukan Pameran Biasa: Ini Ruang Belajar Langsung dari Para Seniman Dunia (itb.ac.id)
Bukan Pameran Biasa: Ini Ruang Belajar Langsung dari Para Seniman Dunia (itb.ac.id)

TITIKTEMU.CO - Di balik dinding Galeri Soemardja ITB, ada lebih dari sekadar lukisan dan instalasi.

Dari tanggal 8 sampai 13 September 2025, FSRD ITB menggelar pameran seni kontemporer bertajuk "Re-aksi", sebuah pertunjukan lintas budaya yang lahir dari Program CAIRR (Contemporary Artist in Residence and Research).

Lewat program ini, ITB mengundang seniman dari Indonesia, Jepang, dan Malaysia untuk tinggal, berinteraksi, dan menciptakan karya sebagai respons terhadap realitas sosial Kota Bandung.

Karya-karya ini bukan dibuat di studio mewah, melainkan lahir dari pengalaman hidup langsung para seniman selama bermukim di kota yang penuh warna ini.

Baca Juga: Uang Saku Kuliah dari Bank Indonesia! Dapat Rp 1,5 Juta per Bulan dan Pelatihan, Ini Cara Daftarnya

Ketika Mahasiswa Jadi Saksi Proses Kreatif yang Sebenarnya

Dr. Budi Adi Nugroho, dosen FSRD sekaligus inisiator program, menekankan bahwa program CAIRR tak hanya tentang hasil akhir, tapi perjalanan kreatif para seniman yang bisa dilihat dan dirasakan langsung oleh mahasiswa.

“Mahasiswa kami tidak hanya melihat karya yang sudah jadi, tapi mereka menyaksikan dari awal—mulai dari senimannya bingung, stres, hingga akhirnya menemukan bentuk ekspresinya,” ujarnya.

Mahasiswa terlibat aktif dalam proses ini, menjadi asisten, ikut workshop, bahkan terlibat langsung dalam penyusunan karya.

Inilah pendidikan seni dalam bentuk paling otentik.

Baca Juga: Cari Kerja yang Berdampak Sosial? BP Tapera Buka Lowongan Bergengsi 2025, Cuma Sampai 30 September!

Seni yang Merespons Isu Sosial Secara Langsung

Pameran “Re-aksi” menghadirkan enam seniman dengan karya yang mewakili kegelisahan dan keunikan masing-masing:

  • Fadli Mokhtar & Faizal Suhif (Malaysia): Menyaksikan langsung demonstrasi akhir Agustus 2025 di Bandung, mereka menciptakan instalasi dari barang-barang temuan lokasi demo—dicat merah putih sebagai penghormatan pada semangat Indonesia.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: itb.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X