Dia menegaskan sejarah gerakan sosial memang selalu melibatkan pertukaran ide lintas batas. Maka, wajar bila bendera One Piece kini dipakai di berbagai belahan dunia sebagai simbol solidaritas.
Edbert menambahkan bendera ini menandai lahirnya solidaritas internasional antar-generasi muda yang sama-sama ingin memperjuangkan demokrasi di negara masing-masing.
Senada dengan itu, Nicky Fahrizal dari CSIS juga menyebut pengibaran bendera One Piece sebagai bentuk perlawanan akar rumput.
Dia menilai gerakan ini tak lagi terbatas pada ranah formal politik, melainkan juga lewat jalur budaya populer yang lebih dekat dengan generasi muda.
Baca Juga: Geng Kriminal Los Maleantes del Cono Dalangi Pembunuhan Diplomat RI di Peru
Simbol Baru Solidaritas Global
Fenomena bendera One Piece sebagai simbol protes menggambarkan bagaimana budaya populer bisa menjelma menjadi kekuatan politik.
Dari Jakarta hingga Kathmandu, dari Manila hingga Montpellier, bendera Jolly Roger berkibar membawa pesan yang sama: tuntutan keadilan dan penolakan terhadap ketidakadilan.
Mungkin bagi sebagian orang, ini hanya tren sementara. Namun, tetap ada kemungkinan fenomena ini berkembang lebih besar, dan menjadi bagian penting dari gerakan sosial global yang dipimpin generasi muda.***
Artikel Terkait
Nusantara Lima: Roket Mimpi Anak Negeri yang Terbang dari Florida Hingga Papua
Isu Pergantian Kapolri Mencuat Usai Tragedi Ojol, DPR Tegaskan Belum Terima Surpres
Gejolak Nepal: Dari Tragedi Istana 2001 hingga Demonstrasi Gen Z 2025
Polemik Ferry Irwandi dan TNI Berakhir Damai, Hanya Salah Paham?
Kontroversi Ferry Irwandi: Antara Kritik Publik, Langkah TNI, dan Suara Demokrasi