Desakan Mundur Gus Yahya Menguat, Skandal PBNU dan Korupsi Haji Disorot

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 15 September 2025 | 13:46 WIB
Desakan Mundur Gus Yahya Menguat, Skandal PBNU dan Korupsi Haji Disorot. (PBNU)
Desakan Mundur Gus Yahya Menguat, Skandal PBNU dan Korupsi Haji Disorot. (PBNU)

Dia menilai, skandal ini meninggalkan luka mendalam di hati umat, terutama keluarga besar NU yang selama ini mempercayakan kepemimpinan pada PBNU.

“Bagi warga NU, haji itu ibadah suci yang penuh pengorbanan. Ketika ada pihak yang mempermainkan kuota demi kepentingan pribadi, itu sama saja mengkhianati amanah umat,” ujarnya.

Dia menambahkan marwah PBNU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia tidak boleh ternodai oleh kepentingan segelintir orang. Karena itu, diperlukan langkah konkret untuk mengembalikan kepercayaan warga NU.

Baca Juga: Drama Kuota Haji 2024: Dari Depok ke Kemenag, KPK Buka ‘Peti Rahasia’ Rp 1 Triliun

Gus Yahya Diminta Mundur

Kiai Asyhari mendesak Rais Aam PBNU mengambil langkah strategis. Sebagai pemimpin tertinggi dalam struktur organisasi, Rais Aam memiliki kewenangan penuh untuk menjaga kehormatan jam’iyyah.

Asyhari bahkan secara terbuka meminta agar Gus Yahya dinonaktifkan, bahkan diberhentikan dari posisinya sebagai Ketua Umum PBNU.

“Saya memohon kepada Rais Aam menggunakan kebijaksanaannya. Nonaktifkan atau berhentikan Gus Yahya. Percepat muktamar untuk mengganti kepemimpinan PBNU,” ujarnya.

Baca Juga: Begini Klarifikasi Ustaz Khalid Basalamah Soal Dugaan Korupsi Kuota Haji 

 Menanti Langkah PBNU

Kini, bola panas berada di tangan pimpinan tertinggi PBNU. Umat menunggu sikap yang bijak, tegas, dan berpihak pada kepentingan bersama, bukan pada kepentingan individu.

Apakah Gus Yahya akan mundur secara sukarela, atau Rais Aam akan mengambil keputusan strategis, semuanya akan menjadi catatan sejarah baru dalam perjalanan NU.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X