TITIKTEMU.CO – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati, akhirnya buka suara usai rumah pribadinya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, diserbu dan dijarah oleh oknum massa aksi demonstrasi pada Minggu (31/8/2025).
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran sebelumnya kejadian serupa juga menimpa beberapa pejabat DPR RI seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @smindrawati, pada Senin (1/9/2025), Sri Mulyani menyampaikan apresiasi atas dukungan dan doa yang diberikan masyarakat.
Baca Juga: Tragedi Kapal Migran di Afrika Barat: 70 Orang Dilaporkan Tewas, Puluhan Masih Hilang
“Saya berterima kasih atas doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral dalam menghadapi musibah ini,” tulisnya.
Dalam pernyataannya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menegaskan bahwa membangun Indonesia bukanlah hal sederhana.
“Para pendahulu bangsa juga melewati jalan yang terjal dan sering berbahaya,” ungkapnya.
Ia menekankan, perjalanan bangsa penuh tantangan sehingga perlu ditempuh dengan tekad kuat.
Baca Juga: Intip Fitur Canggih Mobil Modern: Lebih Aman, Nyaman, dan Praktis di Era Teknologi
Sri Mulyani juga mengingatkan pentingnya nilai etika dalam kehidupan politik Indonesia.
“Politik adalah perjuangan bersama untuk tujuan mulia kolektif bangsa, tetap dengan etika dan moralitas yang luhur,” tuturnya.
Perempuan kelahiran Bandar Lampung itu menegaskan bahwa setiap pejabat negara terikat sumpah untuk menjalankan konstitusi.
“Sebagai pejabat negara saya disumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan semua UU. Ini bukan ranah atau selera pribadi,” tegas Sri Mulyani.
Menurutnya, penyusunan undang-undang dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pemerintah, DPR, DPD, hingga masyarakat.
Artikel Terkait
Industri Makanan dan Minuman Indonesia Tembus Pasar Afrika, Ekspor Biskuit Capai Triliunan Rupiah
7 Tips Mengelola Biaya Tersembunyi Setelah Kelahiran Bayi, Orang Tua Baru Wajib Tahu
5 Ide Bisnis Modal Kecil untuk Pemula, Cocok Dicoba Generasi Muda
Intip Fitur Canggih Mobil Modern: Lebih Aman, Nyaman, dan Praktis di Era Teknologi
Tragedi Kapal Migran di Afrika Barat: 70 Orang Dilaporkan Tewas, Puluhan Masih Hilang