“Setiap kali seseorang mendengar atau melempar humor, mereka merasa lebih bahagia dan puas dengan pekerjaannya.
Dan menariknya, kepuasan hari ini sering membuat mereka lebih aktif bercanda keesokan harinya,” jelas Trulaski.
Dengan kata lain, humor bisa menciptakan lingkaran positif: makin sering tertawa, makin tinggi kepuasan kerja, makin kuat pula semangat tim.
Baca Juga: Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Humor, Senjata Rahasia Pemimpin
Tak heran jika banyak pemimpin menjadikan humor sebagai strategi membangun tim. Senyum dan tawa bersama mampu mencairkan jarak antara atasan dan bawahan.
Canda kecil di sela pekerjaan bisa menjadi “perekat” yang membuat komunikasi lebih cair, kolaborasi lebih lancar, dan tim terasa lebih solid.
Jadi, Apakah Humor Wajib di Kantor?
Jawabannya: ya, asal bijak digunakan. Humor bukan hanya soal lucu-lucuan, tapi juga bisa menjadi strategi membangun suasana kerja yang sehat, nyaman, dan produktif.
Jadi lain kali rapat mulai panas, mungkin satu jokes ringan bisa jadi kunci mencairkan suasana — dan siapa tahu, sekaligus bikin kariermu lebih lancar.***
Artikel Terkait
Promo Alfamart Khusus 30-31 Agustus 2025, Diskon Jumbo Kebutuhan Harian
Katalog Promo Superindo 30–31 Agustus 2025, Diskon Gede-gedean di Akhir Bulan
Affan Kurniawan, Sebelum Maut Menjemput
LHKPN Eko Patrio Rp 131 Miliar: Ironi di Balik Joget DPR yang Menuai Hujatan
Uya Kuya: Dari Joget DPR yang Viral hingga LHKPN dengan Rumah Amerika yang Bikin KPK Angkat Alis
Drama Hilangnya Fitur Live TikTok: Antara Aksi Massa, Strategi Aman, dan Kebingungan Warganet
Grahadi Terbakar di Tengah Amarah Massa: Simbol Kekuasaan Jawa Timur Dilalap Api
Suara Solidaritas Menembus Batas: Artis Korea & Thailand Ikut Bersuara untuk Demo Indonesia
TikTok Matikan Sementara Fitur Live Imbas Unjuk Rasa di Indonesia, Ini Alasannya
Jaringan Mitra Promedia Desak Zulhas:Copot Eko Patrio dan Uya Kuya dari PAN yang Tidak Empati pada Rakyat