Program ini diyakini dapat menjembatani jumlah besar tenaga kerja agar tidak sekadar banyak, tetapi juga unggul dalam kualitas.
Dengan sistem ini, Indonesia bisa menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, adaptif, dan kompetitif.
“Manajemen talenta sangat penting. Ia bisa menjadi jembatan agar peluang demografi benar-benar berubah menjadi kekuatan nyata,” jelas Rini.
Baca Juga: Drama Kursi Tiara Andini di Pesawat: Dari Tolak Tukar Seat hingga Sindir Pejabat Punya Kuasa
Masih Tertinggal di ASEAN
Meski memiliki modal besar berupa penduduk usia produktif, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Thailand dari segi produktivitas.
Data ini menjadi alarm bahwa jumlah semata tidak cukup—yang dibutuhkan adalah peningkatan daya saing.
“Kita memang punya 68 persen usia produktif, tapi dari sisi produktivitas, kita masih kalah, bahkan di ASEAN sendiri dengan Thailand,” tambahnya.
Menatap Masa Depan
Dengan langkah yang tepat, bonus demografi bisa menjadi “harta karun” Indonesia untuk beberapa dekade ke depan.
Namun, tanpa kebijakan yang mendukung, peluang emas ini bisa hilang begitu saja.
Tantangannya kini ada pada bagaimana negara mampu mengubah angka menjadi aksi, kuantitas menjadi kualitas, dan penduduk produktif menjadi kekuatan yang membawa bangsa melesat maju.***
Artikel Terkait
Jakarta Mencekam: Halte dan Gerbang Tol Dibakar, Isu Penjarahan Muncul di Tengah Demo
Download Instal PES 2013 Season 2025/2026 PPSSPP Ukuran Kecil, Nostalgia Game Sepak Bola Masa Kecil
Anak Usaha PT MDKA Siap IPO September 2025: Peluang Investasi di Proyek Emas Pani
Vampir Ekonomi: Cara Nyeleneh Dennis Snower Mengulik Kebijakan Makro yang Dekat dengan Hidup Kita
Drama Kursi Tiara Andini di Pesawat: Dari Tolak Tukar Seat hingga Sindir Pejabat Punya Kuasa
Robert Kiyosaki: Dari Pilot Perang Vietnam hingga Guru Kebebasan Finansial Dunia
Ini Daftar Pengalihan Rute, dan Penutupan Sementara Transjakarta Akibat Demo
Rangkuman Aksi Demo Terbaru di Berbagai Kota Hari Ini, Ketegangan Masih Meluas
Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa Pendemo, 3 Orang Tewas
Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak Masuk Daftar 100 Film Asia Terbaik Versi BIFF