Perusahaan ini merupakan pelopor global dalam pertambangan dan daur ulang perkotaan, memproses lebih dari 10% baterai EV dan limbah elektronik akhir masa pakai Tiongkok setiap tahunnya, serta memulihkan lebih dari 20 mineral penting, termasuk kobalt, nikel, dan litium.
Diakui oleh Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum - WEF) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa atas kepemimpinannya dalam ekonomi sirkular, GEM kini menjadi titik acuan global dalam industri metalurgi hijau, yang menggabungkan skala, inovasi, dan keberlanjutan.
Baca Juga: Pendaftaran TKA 2025 Resmi Dibuka, Cek Cara Daftar, Jadwal Lengkap, dan Tips Lolos Tes Akademik
Di Indonesia, GEM telah melakukan investasi signifikan dalam material energi baru berbasis nikel, termasuk pendirian kawasan industri nikel berteknologi tinggi, laboratorium inovasi bersama dengan universitas papan atas di Indonesia dan China, dan program beasiswa yang menghasilkan lulusan magister dan doktoral di bidang metalurgi.***
Artikel Terkait
Profil Rosan Roeslani Ditunjuk sebagai CEO Danantara: Pendidikan dan Harta Kekayaan Terbaru 2025
Induk Perusahaan Terancam Bangkrut, Pabrik Mobil Listrik China Fokus Amankan Suku Cadang di RI
Trump Perpanjang Gencatan Perang Dagang dengan China 90 Hari, Tarik-Ulur Tarif Berlanjut hingga November 2025
Erick Thohir Hadiri Rapat Kerja Komisi XI DPR RI Bahas Roadmap dan RKAP Holding Investasi Danantara
Rilis di China 21 Agustus 2025, Intip Bocoran Spesifikasi Redmi Note 15 Pro Series, Kapan Masuk Indonesia?
Danantara Indonesia dan IFG Perkuat Kolaborasi Komunikasi untuk Tingkatkan Literasi dan Inklusi Finansial
Danantara Indonesia Kembangkan SDM Unggul Lewat Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan Dunia