Induk Perusahaan Terancam Bangkrut, Pabrik Mobil Listrik China Fokus Amankan Suku Cadang di RI

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:30 WIB
Produsen mobil listrik asal China di Indonesia, Neta. (Dok. Neta Indonesia)
Produsen mobil listrik asal China di Indonesia, Neta. (Dok. Neta Indonesia)

TITIKTEMU.CO – Persaingan pasar mobil listrik di Indonesia kian sengit dengan hadirnya beragam merek baru. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, salah satu pemainnya, Neta, justru diterpa isu kebangkrutan yang menimpa induk perusahaannya di China.

PT Neta Auto Indonesia pun bergerak cepat dengan strategi antisipasi. Salah satunya adalah menjalin kemitraan strategis bersama perusahaan logistik global, Maersk, untuk menjamin ketersediaan suku cadang di gudang lokal.

Menurut After Sales Director PT Neta Auto Indonesia, Raditio Hutomo, kerja sama ini mencakup pengelolaan stok suku cadang mulai dari komponen yang paling sering dicari hingga komponen yang jarang digunakan, seperti baterai, bemper, panel bodi, lampu, motor penggerak, hingga modul kelistrikan.

Baca Juga: Investasi Emas Online: Cara Modern Menabung Emas dengan Mudah dan Aman

“Kolaborasi Neta dan Maersk adalah bentuk nyata komitmen kami dalam memastikan ketersediaan suku cadang serta pengiriman tepat waktu sesuai kebutuhan pelanggan di Indonesia,” jelas Raditio dalam keterangan resminya, Minggu (10/8/2025).

Dalam industri otomotif, rantai pasok suku cadang memegang peranan penting bagi kepuasan pelanggan. Jika pasokan terganggu, reputasi merek bisa anjlok secepat tren baru muncul di pasar.

Neta menyadari risiko ini dan mencoba memberi keyakinan kepada konsumen bahwa layanan purnajual mereka tetap terjaga meski isu finansial induk perusahaan tengah jadi sorotan.

Baca Juga: Punya 3,8 Juta Followers di Instagram, Justin Hubner Ungkap Rasanya Diperlakukan Bak Cristiano Ronaldo di Indonesia

Raditio juga menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan tren positif transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia. Neta berharap kemitraan strategis ini akan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Meski begitu, bayang-bayang kondisi keuangan induk perusahaan di China tetap menjadi faktor yang sulit diabaikan. Bagi konsumen, stabilitas perusahaan adalah pertimbangan utama sebelum membeli produk dengan kebutuhan dukungan jangka panjang seperti mobil listrik.

Baca Juga: Aturan Baru Penggunaan Sound Horeg di Jawa Timur Resmi Diterbitkan: Batas Kebisingan, Waktu, dan Perizinan Wajib Dipatuhi

Ketersediaan suku cadang memang menjadi indikator penting, tetapi bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Publik menilai ada tantangan lain yang perlu diantisipasi Neta, antara lain: distribusi yang cepat, harga yang kompetitif, dan kualitas produk yang terjaga.

Dengan kondisi pasar mobil listrik yang semakin kompetitif, strategi ini akan menjadi ujian bagi Neta Indonesia untuk membuktikan komitmen dan menjaga kepercayaan konsumennya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X