KPAI Soroti Kekhawatiran Orangtua atas Konten Tak Pantas di Roblox yang Diakses Anak

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 13:25 WIB
KPAI Soroti Kekhawatiran Orangtua atas Konten Tak Pantas di Roblox (Instagram @roblox)
KPAI Soroti Kekhawatiran Orangtua atas Konten Tak Pantas di Roblox (Instagram @roblox)

TITIKEMU.CO-Roblox, sebuah platform permainan daring yang sangat digemari anak-anak dan remaja, kini mulai menuai kekhawatiran dari sejumlah orang tua.

Pasalnya, meski game ini sekilas tampak seperti wadah kreatif untuk membangun dan bermain, namun di balik keseruannya, ada ruang yang terlalu terbuka.

Banyak orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka melihat teks atau gambar yang tak patut di dalam game ini.

Baca Juga: DOWNLOAD PES 2026 PPSSPP ISO Terbaru Android Ukuran Kecil, Grafik HD, dan Kamera PS5

Kecemasan Akan Konten yang Tak Sesuai Usia

Salah satu kekhawatiran utama datang dari konten obrolan yang bisa muncul secara acak.

Dalam fitur multiplayer yang memungkinkan interaksi antarpemain, teks-teks bernada seksual, kekerasan, bahkan konten SARA bisa saja muncul karena masih minimnya kontrol dari sistem.

Meski Roblox memiliki fitur penyaringan teks dan pelaporan konten, kenyataannya tidak semua konten bisa tersaring dengan sempurna, terutama jika pemain menggunakan kode atau ejaan unik untuk mengakali filter.

Baca Juga: One Piece Live Action Musim Kedua Rilis Foto Perdana, Ada Karakter Baru yang Bikin Penasaran

Fitur Game yang Rentan Disalahgunakan

Selain dari sisi komunikasi, beberapa mini-game di Roblox ternyata memiliki tema atau tampilan yang tidak sesuai untuk anak-anak.

Dalam dunia yang bisa diciptakan siapa saja, tak jarang ada “game” buatan pengguna yang menyelipkan unsur kekerasan atau hal-hal berbau seksual secara terselubung.

Hal inilah yang membuat banyak orang tua merasa perlu untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak mereka saat bermain Roblox.

Imbauan dari KPAI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: KPAI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X