China Wajibkan Influencer Punya Sertifikat, Indonesia Kapan? Helmy Yahya Angkat Suara!

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 12:00 WIB
Host kenamaan di Tanah Air, Helmy Yahya (kiri) dan tangkapan layar cuplikan konten soal pemblokiran akun influencer di China (kanan).  (Instagram.com/@helmyyahya)
Host kenamaan di Tanah Air, Helmy Yahya (kiri) dan tangkapan layar cuplikan konten soal pemblokiran akun influencer di China (kanan). (Instagram.com/@helmyyahya)

> "China negara super power yang sesungguhnya, terbaik dari segala sisi," tulis @inul.d.

Sementara itu, penulis dan pengusaha Rama Sahid juga memberikan dukungan penuh.

> "Nah ini baru benar Pak Helmy, nice share. Semoga di negara ini bisa meniru hal positifnya," kata @ramasahid.

 Baca Juga: Profil Bram Patria Yoshugi, Sosok Kreatif di Balik Logo HUT ke-80 RI: Alumni ITB Asal Bandung yang Bikin Bangga

Program “Clear and Bright”: Senjata China Bersihkan Medsos

Ternyata, langkah China bukan sesuatu yang tiba-tiba.

Pemerintah setempat sudah sejak tahun 2024 meluncurkan program “Clear and Bright”, sebuah kebijakan besar-besaran yang bertujuan untuk membersihkan media sosial dari konten tidak bermutu.

Program ini memungkinkan pemerintah memblokir akun influencer yang dianggap tidak sesuai standar etika atau substansi konten.

Salah satu yang pernah jadi sorotan adalah Wang Hongquan, seorang influencer fashion dengan julukan “Kim Kardashian dari China.”

Wang memiliki 4 juta pengikut di Douyin (TikTok versi China), namun sempat tidak bisa mengakses akunnya pada 18 Mei 2024.

Padahal, kontennya kerap menampilkan gaya hidup mewah seperti perhiasan giok dan penerbangan first class.

Indonesia Perlu Belajar? Netizen Mulai Bertanya

Melihat langkah tegas China, banyak warganet mulai membandingkan dengan kondisi di Indonesia.

Tidak sedikit yang berharap Indonesia bisa menerapkan aturan serupa demi menekan konten misleading, hoaks, atau konten sensasional tanpa landasan ilmu.

Meski pro dan kontra tak bisa dihindari, diskusi soal pentingnya sertifikasi bagi influencer menjadi makin relevan, apalagi di era digital saat konten bisa lebih dipercaya daripada berita resmi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: nypost. com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X