Jukut Undis dan Sudang Lepet: Kuliner Legendaris Buleleng Bali yang Kini Kian Langka, Hanya Rp10 Ribuan!

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 23 Juli 2025 | 14:45 WIB
Foto Ilustrasi - Sedang Lepet adalah salah satu makanan khas Bali dari kabupaten Buleleng. () (Unsplash/Chelaxy Designs)
Foto Ilustrasi - Sedang Lepet adalah salah satu makanan khas Bali dari kabupaten Buleleng. () (Unsplash/Chelaxy Designs)

TITIKTEMU.CO - Buleleng, kawasan di utara Pulau Bali, bukan hanya terkenal karena alamnya yang memesona dan budaya yang kental.

Ternyata, daerah ini juga menyimpan kuliner tradisional legendaris yang kini mulai sulit ditemukan.

Dua di antaranya adalah jukut undis dan sudang lepet — dua makanan khas yang kaya rasa dan sarat makna budaya.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Terpopuler di Kabupaten Semarang 2025, Lengkap dengan Harga Tiket Masuk

Jukut Undis: Sup Tradisional dengan Kacang Gude yang Kaya Gizi

Jukut undis adalah makanan tradisional berupa sup yang menggunakan kacang gude (kacang kayo) sebagai bahan utama.

Sekilas mirip dengan kedelai, kacang ini memiliki rasa yang lebih kuat dan khas.

Biasanya disajikan dengan kuah bening, jukut undis dimasak menggunakan bumbu sederhana khas Bali seperti bawang merah, bawang putih, dan daun salam, namun rasanya tetap gurih dan menenangkan.

Bisa dinikmati hangat sebagai menu rumahan yang mengobati rindu akan masakan nenek di kampung.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Keluarga Paling Favorit di Malang 2025, Liburan Seru dan Edukatif

Sudang Lepet: Ikan Asin Khas Sangsit yang Bikin Ketagihan

Sudang lepet merupakan ikan laut kering khas Desa Sangsit, Buleleng Timur, yang diolah secara tradisional.

Dalam bahasa lokal, "sudang" berarti ikan asin dan "lepet" memiliki makna unik yaitu "sial" — namun tenang saja, soal rasa justru jauh dari “sial”.

Berbeda dari ikan asin pada umumnya, sudang lepet menyajikan rasa asin yang halus dan gurih yang dalam, tidak membuat haus, dan cocok disantap dengan sambal ulek sederhana berbahan cabai merah, minyak kelapa, garam, dan perasan jeruk limau.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: bulelengkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X