IFG Perluas Perlindungan Asuransi Petani, Dorong Swasembada Pangan Nasional

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 16 Mei 2025 | 17:09 WIB
IFG Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa di 13 Kampus (IFG.id)
IFG Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa di 13 Kampus (IFG.id)

TITIKTEMU.CO - Indonesia Financial Group (IFG), induk BUMN sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, semakin gencar memberikan perlindungan kepada sektor pertanian.

Melalui anak usahanya, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), IFG memperluas cakupan asuransi usaha tani padi (AUTP) demi mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan keberlanjutan produksi pertanian nasional.

Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi IFG terhadap Asta Cita Pemerintah Indonesia dalam menciptakan kemandirian pangan sebagai bagian dari fondasi kemandirian bangsa.

Baca Juga: IFG Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa di 13 Kampus dalam Rangka Hari Pendidikan Nasional 2025

Ratusan Ribu Petani Telah Terlindungi

Hingga akhir tahun 2024, program AUTP telah menjangkau lebih dari 278 ribu hektare lahan pertanian dan melindungi hampir 500 ribu petani di seluruh Indonesia.

Di Jawa Barat, sekitar 90 ribu hektare sawah telah diasuransikan, dengan total klaim mencapai Rp10,8 miliar yang dibayarkan kepada 272 kelompok tani.

Karawang menjadi daerah dengan perlindungan terbesar, yakni lebih dari 40 ribu hektare sawah.

Baca Juga: Ini Instansi yang Sepi Pendaftar CPNS 2024 dan Layak Kamu Lirik di 2025. Jangan Cuma Ikut Trend!

Asuransi, Kunci Rasa Aman bagi Petani

Petani di Indonesia menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari cuaca ekstrem akibat perubahan iklim hingga serangan hama dan penyakit tanaman yang tak terduga.

Dalam situasi ini, program seperti AUTP menjadi solusi strategis yang memberi rasa aman dan mendorong petani untuk terus menanam.

> “Ketahanan pangan adalah dasar dari kemandirian bangsa. IFG hadir bukan hanya sebagai institusi keuangan, tetapi sebagai mitra pembangunan nasional,” ujar Denny S. Adji, Sekretaris Perusahaan IFG.

Menurutnya, asuransi pertanian bukan sekadar ganti rugi saat gagal panen, tapi juga memberikan keyakinan bagi petani untuk terus produktif dan berani mengambil langkah inovatif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Ifg

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X