TITIKTEMU.CO - Belakangan ini, petani di Kalimantan Selatan (Kalsel) ramai memperbincangkan kesulitan yang mereka hadapi terkait harga gabah yang mereka hasilkan.
Mereka mengeluhkan harga jual gabah yang hanya sebesar Rp5.000 per kilogram (kg), jauh lebih rendah dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kg.
Keluhan ini menyentuh hati banyak pihak, terutama para petani yang merasa dirugikan.
Baca Juga: Prabowo Siapkan PP Penyerapan Gabah Rp 6.500: Prioritaskan Kesejahteraan Petani
Persoalan Penjualan Gabah ke BULOG
Masalah semakin memanas ketika petani di Kalsel mengungkapkan kesulitan mereka dalam menjual gabah ke Badan Urusan Logistik (BULOG).
Ternyata, kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya mereka berkomunikasi dan menjalin hubungan langsung dengan BULOG.
Hal ini menjadi sorotan dari Pengamat Pertanian AEPI (Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia), Khudori, yang mencatat keluhan tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.
Baca Juga: Cara Praktis Cek Plat Nomor Kendaraan Online Tanpa Harus ke Samsat
Pada acara program televisi Q&A METRO TV, Khudori bertanya kepada Amran mengenai kunjungannya ke Tanah Laut, Kalsel, pada 18 Maret 2025.
Khudori menanyakan apakah Amran mengetahui keluhan para petani yang mengaku kesulitan untuk menjual gabah mereka ke BULOG.
Tanggapan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman
Menanggapi pertanyaan tersebut, Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pihaknya telah mendengar langsung perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan kolaborasi antara berbagai pihak dalam menangani masalah pertanian di Indonesia.
Artikel Terkait
Mengenal Papan Sangatan, sebagai Sistem Penanggalan Pertanian Jawa Kuno
IPB University Resmikan Agri Photovoltaic Research Station Pertama di Indonesia, untuk Masa Depan Pertanian dan Energi Terbarukan
Taiwan Technical Mission 48 Tahun di Indonesia, Contoh Kerja Sama Pertanian Taiwan-Indonesia
Ingin Berkarier di TNI? Penerimaan Perwira PSDP TNI TA 2024 Khusus Tenaga Pertanian Dibuka!
Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp199,83 Triliun untuk Sektor Pertanian
Desa BRIliaN, Program Unggulan BRI Dukung Transformasi Pertanian Modern di Desa Bansari, Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan di Pedesaan
Prabowo Bela Petani: Tindak Tegas Penggilingan Padi yang Main-main dengan Harga Gabah
Prabowo Siapkan PP Penyerapan Gabah Rp 6.500: Prioritaskan Kesejahteraan Petani
Sebelum Ditemukan Mentan, Mendag Ternyata Sudah Tutup Pabrik Kasus kecurangan Minyakita, kembali mencuat setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sidak