TITIKTEMU.CO, Taiwan Technical Mission tahun ini genap berusia 48 tahun berkiprah di Indonesia. Ini tidak hanya menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang , tetapi juga memacu semangat baru untuk kolaborasi masa depan.
Peringatan ulang tahun di Jakarta dibuka dengan pemutaran sebuah video dokumenter yang menggambarkan perjalanan 48 tahun Taiwan Technical Mission di Indonesia, mencakup wilayah Jawa, Bali, Sulawesi, dan Sumatra Utara. Video tersebut menampilkan berbagai upaya dalam perbaikan varietas padi, budidaya buah dan sayuran, perluasan pasar, hingga dukungan inovasi bagi petani muda.
Taiwan Technical Mission berkomitmen untuk terus menjadikan "inovasi teknologi" dan "pembangunan berkelanjutan" sebagai inti dari upayanya, bersama dengan mitra-mitra di Indonesia, untuk mendorong modernisasi sektor pertanian.
Pimpinan Taiwan Technical Mission, Kao Hsiang-tai, merefleksikan berbagai tantangan dan pencapaian yang telah diraih selama hampir lima dekade ini. Ia menyoroti bahwa dengan pengenalan teknologi dan pendekatan kerja sama yang sesuai kebutuhan lokal, Taiwan Technical Mission telah membantu petani Indonesia meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar.
"Selama 48 tahun, kami telah membangun hubungan kemitraan yang kuat dengan sektor pertanian Indonesia dan petani setempat. Ini adalah fondasi utama dalam mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Representative of TETO, H.E. John Chen, menekankan bahwa misi Taiwan Technical Mission tidak hanya sekadar transfer teknologi, tetapi juga menjadi simbol persahabatan yang mendalam dan bukti kemakmuran bersama antara kedua belah pihak.
Acara ini juga menghadirkan inovasi dari perusahaan teknologi pertanian Taiwan, DataYoo, yang memperkenalkan sistem FarmiSpace. Teknologi ini menggunakan citra satelit untuk memantau kondisi lahan pertanian secara efisien. Selain itu, beberapa peserta berbagi pengalaman mereka mengenai keberhasilan program-program kerja Taiwan Technical Mission di Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, dan Karawang.
Baca Juga: Mahasiswa Penerima Beasiswa Taiwan ICDF Siap Berangkat
Salah satu peserta, Novita, yang pernah mengikuti pelatihan pertanian di Taiwan, menceritakan proses belajarnya dan bagaimana ilmu yang diperoleh mampu memberikan manfaat besar bagi pekerjaannya di Indonesia. Duta Petani Muda Indonesia, Habibi, juga berbagi pengalaman tentang tantangan yang dihadapi petani muda, seperti keterbatasan modal, akses lahan, dan pemasaran. Ia menyampaikan bahwa pelatihan teknis dan bimbingan pasar dari Taiwan Technical Mission memberikan harapan dan peluang baru bagi petani muda. "Bantuan dari Taiwan Technical Mission memungkinkan kami untuk mengubah pertanian menjadi sektor yang menarik dan berkelanjutan," ujarnya.
Seorang perwakilan petani dari Karawang berbagi kisah suksesnya dalam bekerja sama dengan Taiwan Technical Mission. Ia menjelaskan bahwa melalui bimbingan profesional, mereka mampu menguasai teknologi pertanian modern dan strategi pemasaran yang efektif. Transformasi menyeluruh dari produksi hingga pengemasan tidak hanya membuka akses ke pasar premium tetapi juga meningkatkan pendapatan petani hingga 70%. "Kerja sama ini membuat kami melihat harapan, pendampingan dari Taiwan Technical Mission benar-benar menjadi kesempatan penting dalam hidup kami," tuturnya penuh rasa syukur.
Artikel Terkait
Mencoba Produk Baru Wisata Taiwan Lewat Roll Es Krim Kacang Dan Memasak Telur Di Mata Air Panas
Cuaca Dan Tempat Terbatas , Tidak Menyurutkan Warga Indonesia Di taiwan Merayakan Idul Fitri
Promosikan Perdagangan Bilateralnya Taiwan Kembali Gelar Taiwan Expo 2024
Mahasiswa Penerima Beasiswa Taiwan ICDF Siap Berangkat
Peringatan Hari Nasional Republic of China (Taiwan) ke-113 oleh Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta