Ketika pihaknya memanggil BULOG terkait masalah ini, ditemukan bahwa gabah petani dibeli dengan harga yang sangat rendah, meskipun harga yang telah ditentukan oleh pemerintah adalah Rp6.500 per kg.
“Kami temukan harga yang jauh lebih rendah dari yang sudah ditetapkan, Rp5.000 per kg. Kami sangat kecewa,” kata Amran.
“BULOG seharusnya membeli langsung dari petani. Kenapa tidak dilakukan? Karena mereka berdalih tidak memiliki mesin pengering hasil tani.”
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp199,83 Triliun untuk Sektor Pertanian
Langkah Tegas Menteri Pertanian
Menanggapi masalah tersebut, Amran Sulaiman mengambil langkah tegas.
Ia memutuskan untuk memecat beberapa oknum di BULOG yang tidak menjalankan tugas mereka dengan baik.
Bahkan, Amran menyebutkan bahwa oknum-oknum yang terlibat sudah dipecat dari empat wilayah berbeda di Indonesia, termasuk di Kalsel.
“BULOG harus menghilangkan tengkulak dan membeli gabah langsung dari petani. Itu perintah pemerintah,” tegas Amran.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau kinerja BULOG agar tidak ada lagi oknum yang menyalahgunakan situasi dan merugikan petani.
Pemerintah Harus Menjamin Kesejahteraan Petani
Kasus keluhan petani Kalimantan Selatan terkait harga gabah yang tidak sesuai HPP ini menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam memastikan harga yang adil dan langsung kepada petani.
Kementerian Pertanian, melalui langkah tegas yang diambil Amran Sulaiman, menunjukkan komitmennya untuk memberantas praktik tengkulak yang merugikan petani.
Artikel Terkait
HEBAT ! Alumnus UGM Ini Memilih jadi Penyuluh Pertanian di Daerah 3T
Link Daftar Program Petani Milenial 2024, Syarat Bergabung untuk Generasi Muda di Sektor Pertanian
GAJI Petani Milenial 2024 Kementerian Pertanian (Kementan): Syarat Daftar Dan Link Pendaftaran
Mengenal Papan Sangatan, sebagai Sistem Penanggalan Pertanian Jawa Kuno
IPB University Resmikan Agri Photovoltaic Research Station Pertama di Indonesia, untuk Masa Depan Pertanian dan Energi Terbarukan
Taiwan Technical Mission 48 Tahun di Indonesia, Contoh Kerja Sama Pertanian Taiwan-Indonesia
Ingin Berkarier di TNI? Penerimaan Perwira PSDP TNI TA 2024 Khusus Tenaga Pertanian Dibuka!
Dukung Ketahanan Pangan, BRI Salurkan Kredit Senilai Rp199,83 Triliun untuk Sektor Pertanian
Desa BRIliaN, Program Unggulan BRI Dukung Transformasi Pertanian Modern di Desa Bansari, Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan di Pedesaan
Sebelum Ditemukan Mentan, Mendag Ternyata Sudah Tutup Pabrik Kasus kecurangan Minyakita, kembali mencuat setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sidak