Baca Juga: Resmi! CPNS dan PPPK 2024 Akhirnya Segera Terima NIP dan SK Pengangkatan
Kondisi Topografi Indonesia
Bentuk alam Indonesia yang terdiri dari pegunungan, lembah, dan garis pantai menyebabkan pola hujan yang sangat bervariasi antarwilayah.
> “Topografi kompleks seperti di Indonesia menyebabkan pola hujan yang tidak seragam, meskipun secara umum kita berada di musim kemarau,” kata Dwikorita.
Baca Juga: Modifikasi Cuaca Berhasil Cegah Potensi Bencana Hidrometeorologi Akan Diperpanjang
Kapan Puncak Musim Kemarau 2025?
BMKG memprediksi bahwa sebanyak 403 Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan mengalami musim kemarau secara bertahap sejak April hingga Juni 2025.
Wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara biasanya mengalami kemarau lebih dulu dibandingkan wilayah lain.
> “Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2025,” sebut BMKG dalam rilis resminya.
Durasi Musim Kemarau Berbeda-beda
Tak semua wilayah akan merasakan musim kemarau dengan durasi yang sama. Misalnya:
Wilayah Sumatra dan Kalimantan: hanya mengalami kemarau sekitar 2 bulan.
Sebagian wilayah Sulawesi: bisa mengalami musim kering hingga 8 bulan.
Perbedaan ini tergantung pada lokasi geografis dan kondisi iklim mikro masing-masing daerah.
Artikel Terkait
Rip Current Ternyata Tak Hanya Terjadi Saat Cuaca Buruk, Ini 6 Mitos dan Fakta Tentang Rip Current
Waspada! Siklon Tropis dan Seruakan Dingin Pengaruhi Kembali Cuaca Indonesia Sepekan ke Depan
Warga Temanggung Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem
BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Perlu Direspons Cepat Pemerintah Daerah
Mudik Lebaran 2025, BMKG Sediakan Informasi Cuaca Terintegrasi
Prakiraan Cuaca BMKG Jawa Tengah dan Jawa Timur 16-17 Maret 2025, Apakah Hujan Lebat?
Modifikasi Cuaca Berhasil Cegah Potensi Bencana Hidrometeorologi Akan Diperpanjang
Menhub Imbau Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2025