Penjelasan Kemenag, Alasan Indonesia Sehari Lebih Awal Memulai Puasa Ramadhan 2025 Dibanding Brunei, Malaysia hingga Singapura

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 13:49 WIB
Foto: ilustrasi Ramadhan - Awal puasa Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Singapura berbeda (Unsplash/Abdullah Arif)
Foto: ilustrasi Ramadhan - Awal puasa Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Singapura berbeda (Unsplash/Abdullah Arif)

Baca Juga: Daftar Menu Sahur dan Buka Puasa untuk 15 Hari Puasa Ramadhan 2025/1446 H, Bisa Jadi Inspirasi Hidangan Lezat Keluarga

Jika Indonesia telah melakukan puasa pada Sabtu, 1 Maret 2025, ketiga negara tetangga itu akan memulainya pada Minggu, 2 Maret 2025.

“Kita ada semacam himpunan Kementerian Agama di Asia Tenggara ya disingkat dengan MABIMS, ini kita agak berbeda dengan Brunei Darussalam dan Singapura yang menetapkan bahwa puasa mereka itu dimulai pada tanggal 2 (Maret),” kata Nasaruddin.

Ada Perbedaan Ketinggian Hilal saat Pemantauan

Nasaruddin menjelaskan jika ada perbedaan ketinggian hilal dan sudut elongasi.

Jadi, meski Malaysia dan Brunei dekat dengan Indonesia, menurut garis sudut elongasi kedua negara berbeda.

Baca Juga: Sritex, Raksasa Tekstil RI yang Pernah Mendunia namun Kini PHK Massal Ribuan Karyawan

Sehingga membuat kedua negara itu belum bisa menyaksikan hilal.

“Karena kita satu wilayah hukum, jadi kalau ada orang yang menyaksikan bulan lalu disumpah oleh Pengadilan Agama maka itu berlaku untuk seluruh Indonesia,” jelasnya.

Oleh karena itu, saat hilal terlihat di Aceh, maka penetapan awal Ramadhan berlaku untuk semua wilayah di Indonesia.

“Meskipun di sudut Aceh melihat, disaksikan, tapi itu juga berlaku untuk seluruh di ujung paling timur Indonesia karena kita satu wilayah hukum,” imbuh Nasaruddin.

Baca Juga: Doa Puasa Hari pertama Ramadhan Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin dan Terjemah Beserta Keutamaan dan Maknanya

3 Rangkaian Pelaksanaan Sidang Isbat

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad seperti dikutip dari laman resmi Kemenag mengatakan kalau ada 3 rangkaian dalam menjalankan sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan.

Pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X