Dirut BRI Sebut Peluncuran Bank Emas Pegadaian Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 10:43 WIB
Peluncuran Bank Emas Pegadaian bisa jadi sumber pertumbuhan baru bagi BRI (dok. BRI)
Peluncuran Bank Emas Pegadaian bisa jadi sumber pertumbuhan baru bagi BRI (dok. BRI)

TITIKTEMU.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan layanan Bank Emas pada Rabu (26/02/2025) lalu. 

Direktur Utama BRI Sunarso menilai hal tersebut sebagai langkah strategis yang akan memberikan dampak positif terhadap likuiditas pembangunan di Indonesia. 

Baca Juga: Beban Utang Lebih Dari Rp 14 Triliun, Sritex Resmi Tutup Mulai 1 Maret 2025 dan PHK 8.400 Karyawan, Bagaimana Sebenarnya Kondisi Sritex?

Menurut Sunarso, inisiatif ini tidak hanya menguntungkan korporasi tetapi juga masyarakat luas.

"Ya bagus dong, itu kan sumber pertumbuhan baru. Bagi BRI, kenapa BRI concern sama pembentukan bullion services ini? Karena apa? Kita kan sudah membentuk holding ultramikro. Kita sudah support untuk ekonomi kerakyatan", ujar Sunarso.

Lebih jauh Sunarso menambahkan bahwa pelaku emas di Indonesia tidak hanya berasal dari korporasi besar, tetapi juga masyarakat kecil yang perlu difasilitasi agar dapat mengelola emasnya dalam sistem keuangan formal. 

Baca Juga: BRI Lebih Fokus Pada Pengelolaan Risiko Jangka Panjang, Di Tengah Dinamika Pasar

Dengan adanya bullion bank, lanjut Sunarso, masyarakat kini memiliki berbagai pilihan layanan terkait emas.

“Masyarakat bisa menabung emasnya dengan setor Rupiah, dapat saldonya nanti dalam gram. Bisa juga setor emas dalam gram, saldonya tetap dalam gram," kata Sunarso.

Selain itu, bullion bank juga memungkinkan masyarakat untuk memperoleh pembiayaan berbasis emas. 

Baca Juga: Umat Islam Indonesia Mulai Puasa Bareng. Awal Ramadhan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

"Kalau punya emas, bisa dititipkan. Kalau yang butuh emas, bisa kredit emas. Nanti mengembalikannya juga dalam bentuk emas," imbuh Sunarso.  

Pada kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Erick Thohir mengatakan bahwa pemerintah ingin mengundang masyarakat agar menggunakan layanan Bank Emas karena saat ini terdapat 1.800 ton emas yang dimiliki masyarakat dan berada diluar sistem keuangan formal.

“Ada yang di bawah bantal, ada di toilet, di balik batu bata, dimasukin dalam situs. Ini realitas,” ujar Erick Thohir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X