Versi beta dari aplikasi ini sudah dapat diakses melalui laman rumah.pendidikan.go.id dan diunduh di Play Store untuk pengguna Android. Untuk pengguna iOS, aplikasi masih dalam tahap pengembangan.
Baca Juga: Masih Sulit Akses SATUSEHAT Mobile, Begini Cara Atasinya
Suharti menjelaskan bahwa integrasi ini bertujuan untuk meminimalkan tumpang tindih informasi dan layanan digital, sehingga pengguna dapat memanfaatkan fitur yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Peluncuran ini juga merupakan bagian dari roadmap pengembangan Rumah Pendidikan yang terbagi ke dalam tiga fase:
1. Tahun 2025: Integrasi lebih dari 950 aplikasi pendidikan menjadi portal informasi dengan fokus pada Ruang GTK, Murid, Sekolah, dan Bahasa.
2. Tahun 2026-2027: Penguatan ekosistem digital melalui teknologi API dan interoperabilitas data untuk mendukung kolaborasi.
3. Tahun 2028-2029: Implementasi layanan penuh, termasuk otomatisasi dokumen administratif dan layanan berbasis personalisasi.
Baca Juga: Tergabung di Grup C Piala Asia U17 2025, Timnas Indonesia U17 Bakal Hadapi Persaingan Ketat
Peningkatan Berkelanjutan Kepala Pusdatin, Yudhistira Nugraha, menyatakan bahwa Rumah Pendidikan akan terus diperbarui setiap tahun.
“Kami akan fokus pada peningkatan kualitas layanan digital, infrastruktur, dan kolaborasi antar direktorat di Kemendikdasmen agar seluruh fitur di portal ini bermanfaat secara berkelanjutan,” jelas Yudhistira.
Dia juga menambahkan bahwa layanan digital yang telah terbukti efektif tidak akan dihapus, melainkan diintegrasikan ke dalam Rumah Pendidikan untuk menyempurnakan pengalaman pengguna.
Baca Juga: Beasiswa S2-S3 Selandia Baru 2025: Peluang Emas Tanpa Syarat IPK
Efisiensi dan Kemudahan Akses Dengan mengintegrasikan layanan yang sebelumnya tersebar dalam lebih dari 986 aplikasi menjadi 8 Ruang utama, Rumah Pendidikan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem.
Guru, kepala sekolah, operator sekolah, dan dinas pendidikan kini tidak perlu lagi menggunakan banyak aplikasi berbeda, sehingga beban administratif dapat berkurang.
Fokus utama pun dapat diarahkan pada proses pembelajaran.
Artikel Terkait
Mengenal Perbedaan Beasiswa LPDP Reguler dan PTUD: Pilih yang Tepat untuk Masa Depan Anda
Guru Bisa Dapat Uang Saku Rp 26 Juta, Kesempatan Emas Ikut Program Beasiswa Nobel Prize Teacher Summit 2025!
Arryman Scholarship 2025: Beasiswa Kuliah Gratis S2-S3 di SOAS University London Plus Fasilitas Lengkap
Cara Daftar Beasiswa LPDP 2025 Studi Dalam dan Luar Negeri, Simak Program Unggulan
Syarat Daftar Beasiswa Women In STEM 2025 Dari British Council Dan Queen Mary University London
Syarat dan Jenis Beasiswa LPDP 2025 PNS, TNI, dan POLRI untuk Pendidikan Pascasarjana
Cek Link Website Daya Tampung SNBP 2025 UI (Universitas Indonesia) untuk Calon Mahasiswa Baru
Banyak yang Belum Paham,Daftar Beasiswa LPDP 2025 Dulu atau Kampus Dulu? Ini Penjelasannya