"Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, sangat heboh pada pukul 2 pagi di bandara," terang Nagatomo.
"Saya juga merasa seperti bintang Hollywood, dan media-medianya luar biasa," tandasnya.
Menantang Pendukung Timnas Indonesia Penuhi Stadion GBK
Nagatomo menyoroti soal kemungkinan banyaknya para pendukung Timnas Indonesia yang akan memenuhi Stadion GBK, Jakarta.
Bek berpengalaman andalan Timnas Jepang itu pun mengaku tidak peduli jika akan ditonton oleh ratusan ribu pendukung Tim Garuda.
"Saya tidak peduli, apakah itu 70.000 atau 100.000 penonton," ujar Nagatomo dalam kesempatan yang sama.
"Saya hanya ingin mereka semua (pendukung Timnas Indonesia) datang menyaksikan pertandingan," tandasnya.
Baca Juga: Rekrutmen KAI Service Terbaru: Lowongan Kerja 12-15 November 2024
Tentang Popularitas Sepak Bola di Indonesia
Dalam kesempatan berbeda, Pemain gelandang Timnas Jepang, Ritsu Doan menyoroti tentang popularitas sepak bola di Indonesia.
Doan menyebut para pemain Timnas Indonesia memiliki jumlah pengikut yang banyak di media sosial.
"Jika dilihat dari jumlah pengikut para pemain (Timnas Indonesia), mereka memiliki jumlah pengikut yang banyak (di media sosial)," ujar Doan sebagaimana dikutip dari Gekisaka, pada Selasa, 12 November 2024.
Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari gairah sepak bola yang populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Kisah Syaikha Wisudawan SV UNDIP, Disunting Empat Perusahaan Dalam sebulan
Artikel Terkait
STY Disenggol PSSI, Timnas Kurang Greget Saat Melawan China. Rencanakan Tampilkan Pemain Diaspora Baru Ketika Melawan Jepang
PSSI Buka 24 Lokasi Pendaftaran Offline Garuda ID
Bukan Asnawi, STY Beri Sinyal Tambah Satu Pemain Lagi Jelang Laga Timnas Indonesia vs Jepang: Mungkinkah Dia Kevin Diks?
Erick Thohir: Suporter Jepang dan Arab Saudi, Jangan Takut Nonton Di SUGBK
Kondisi Rumput SUGBK Terbaik Untuk Jamu Jepang Dan Arab Saudi
Jadwal Indonesia Vs Jepang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Pekan Ini dan Analisis Pertandingannya
Alhamdulillah Kevin Diks Bisa Bermain Lawan Jepang