Faktor Penyebab Gorontalo Jadi Wilayah Rawan Gempa Bumi, Salah Satunya 'Dikepung' Sesar Aktif

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 24 September 2024 | 12:37 WIB
Ilustrasi penelitian gempa bumi (Freepik.com/@freepik)
Ilustrasi penelitian gempa bumi (Freepik.com/@freepik)

Baca Juga: KEREN, 4 Wasit Indonesia Pimpin Pertandingan AFC

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono saat itu mengungkap, gempa tersebut terjadi akibat aktivitas sesar naik berarah Barat-Timur.

Hal tersebut terjadi akibat mekanisme sesar aktif yang berada penunjam Sulawesi Utara di sebelah utara Pulau Sulawesi.

Akibatnya, Provinsi Gorontalo yang berlokasi dekat dengan jalur penunjam Sulawesi Utara, menjadi wilayah yang rawan terjadinya gempa bumi.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, BRI Perluas Jangkauan Akses KUR

Pengaruh Desakan Lempeng Samudera Pasifik

Kepala Pusat Studi Kebencanaan LPPM Universitas Negeri Gorontalo, Muhammad Kasim mengatakan terdapat patahan aktif akibat pengaruh desakan lempeng Pasifik di sekitar wilayah Gorontalo.

Temuan tersebut, setelah Kasim menyoroti faktor terjadinya gempa bumi di Gorontalo pada 26 Juli 2021.

"Di bagian utara Sulawesi ada Sesar Tunjaman Laut Sulawesi, dan di bagian selatan ada Sesar Naik Balantak yang menyebabkan gempa sebanyak dua kali pada tanggal 26 kemarin," kata Kasim pada 28 Juli 2021 silam.

Baca Juga: 3 Rekomendasi HP Xiaomi Murah Terbaik di Bawah Rp1 Juta untuk September 2024

"Pengaruh desakan lempeng Samudera Pasifik ke arah barat, jika aktif akan memicu sesar-sesar kecil di sekitarnya," tegasnya.

Langkah Mitigasi Gempa di Gorontalo

Penting bagi warga setempat untuk memantau laporan aktivitas gempa melalui BMKG ataupun dari pihak pemerintah Gorontalo.

Hal tersebut untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari gempa yang dapat menimbulkan tsunami maupun tanah longsor.

Baca Juga: Konser John Legend Siap Digelar 6 Oktober 2024 di SICC Bogor, Ini Kata Sandiaga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: ESDM, ung.ac.id, Jurnal UNSRAT

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X