Takjup akan skenario Allah. Sebenarnya, dua malam sebelumnya, empat jurnalis perempuan yang tergabung sebagai petugas di Media Centre Haji (MCH) Daker Madinah, telah mendapat jadwal ke Raudhah pada pukul 23.00 WAS (Waktu Arab Saudi). Tiba di Masjid Nabawi satu jam lebih awal, pada salah satu sudut Nabawi bertemu dua jemaah lansia berbeda embarkasi yang bingung dan harus diantar pulang ke hotel. Kejadian ini membuat mereka yang sebenarnya sudah tiba di pintu antrian menuju Raudhah, menjadi terlambat. Sehingga, jatah masuk Raudhah bagi jemaah wanita malam itu telah usai. Semua harus bersabar menunggu jadwal berikutnya keluar.
Pertemuan dengan Sakiyem membawa berkah tersendiri. Keinginan dan kerinduan Sakiyem menyampaikan salam kepada Rasulullah dengan mengunjungi Raudah akhirnya juga mengantar Tim MCH ke Raudhah.
Baca Juga: KISAH HARU HAJI : Runiti Kuatkan Hati Tetap Berangkat ke Tanah Suci Meski Tanpa Suami
Usai berdoa dengan hati bahagia, Tim MCH melakukan scan barkode pada kartu identitas yang dimiliki Sakiyem, hingga terlihat alamat dan lokasi hotel penginapannya. Lantas, mereka mengantarkan jemaah yang sehari-harinya menjual durian di kota Lombok ini langsung ke kamarnya di Hotel Zaza Regency untuk beristirahat.
Artikel Terkait
KISAH HARU HAJI : Haji Tertua berusia 110 Tahun Ini Tersenyum Melihat Merah Putih Di Seragam Petugas
KISAH HARU HAJI : Sajeriah Jemaah Haji Tunanetra Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci
KISAH HARU HAJI : Runiti Kuatkan Hati Tetap Berangkat ke Tanah Suci Meski Tanpa Suami
KISAH HARU HAJI : Bahagianya Satu Keluarga Guru Bisa ke Tanah Suci
KISAH HARU HAJI : Nabung Berdua untuk Haji tapi Ditinggal Istri Wafat Duluan
KISAH HARU HAJI : Keberkahan Mbah Sumirah Masuk Prioritas Lansia dan Anaknya Mendampinginya