Ketentuan Puasa Syawal, Waktu dan Tata Cara Pelaksanaannya

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Kamis, 11 April 2024 | 10:30 WIB
Ketentuan Puasa Syawal, Waktu dan Tata Cara Pelaksanaannya. (Freepik)
Ketentuan Puasa Syawal, Waktu dan Tata Cara Pelaksanaannya. (Freepik)

TITIKTEMU.CO – Pada bulan Syawal ada sejumlah amalan yang dianjurkan dilakukan umat Islam. Salah satunya adalah mengerjakan Puasa Syawal.

Sesuai Sunnah Nabi SAW, Puasa Syawal dikerjakan selama enam hari yang bisa dimulai pada hari kedua atau hari lain selama bulan Syawal.

Idul Fitri atau 1 Syawal 1445 H jatuh pada 10 April 2024, maka Puasa Syawal sudah bisa dikerjakan mulai tanggal 11 April 2024.

Bagi umat Islam, mengerjakan puasa syawal selama 6 hari memiliki keistimewaan tersendiri. Keistimewaan itu antara lain menyempurnakan puasa Ramadhan dan pahalanya setara puasa 1 tahun.

Baca Juga: Tradisi Ziarah Kubur Saat Lebaran, Ini Bacaan Doanya  

Terkait apakah puasa syawal 6 hai harus dilakukan secara berurutan, terdapat sejumlah penjelasan dari ulama. Salah satunnya Sayyid Abdullah al-Hadrami yang menyatakan puasa syawal tidak harus berurutan.

“Sesungguhnya tidak disyaratkan dalam puasa Syawal untuk terus-menerus, dan cukup bagimu untuk puasa enam hari dari bulan Syawal sekalipun terpisah-pisah.”

Pendapat serupa juga disampaikan Imam al-Nawawi. Dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab, melaksanakan puasa Syawal secara acak atau akhir bulan Syawal dianggap sah-sah saja.

Baca Juga: Puasa Syawal Dikerjakan 6 Hari Beturut-turut? Begini Kata Ustadz Adi Hidayat 

Sebab, menurut Imam Al-Nawawi, hadits tidak menjelaskan puasa Syawal harus dilakukan 6 hari berturut-turut, di awal atau akhir bulan.

Laman MUI juga menegaskan menurut Imam Syafi'i, puasa syawal 6 hari boleh dikerjakan secara acak. Baik di setiap awal atau akhir bulan.

Jika dilakukan secara berurutan, umat Islam menjalankan ibadah puasa Syawal mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal.

Baca Juga: Libur Lebaran ! 55 Event Lebaran 2024 Di Jawa Tengah, Tinggal Pilih Mulai Tradisi Hingga Konser Musik 

Sebaliknya, bila mengerjakan puasa syawal tidak secara urut, bias dilakukan dengan cara selang-seling (sehari iya, sehari tidak) higga akhir bulan Syawal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X