Maestro Wayang Surakarta Meninggal Usai Tampil di Rangkaian Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 10 Februari 2024 | 20:52 WIB
Subono memerankan tokoh semar meninggal dunia usai pentas dalam Hajatan Rakyat Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Solo, Sabtu (10/2/2024). (tangkapan layar )
Subono memerankan tokoh semar meninggal dunia usai pentas dalam Hajatan Rakyat Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Solo, Sabtu (10/2/2024). (tangkapan layar )

TITIKTEMU.CO – Maestro Wayang Surakarta, Blacius Subono (70) meninggal dunia usai pentas dalam Hajatan Rakyat Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Solo, Sabtu (10/2/2024).

Saat itu Subono memakai kostum tokoh punakawan memerankan tokoh Semar.

Almarhum Subono merupakan salah satu empu pedalangan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Baca Juga: Tidak Terdaftar Dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)? Jangan Khawatir, Anda Tetap Dapat Menggunakan Hak Pilih. Begini Ketentuannya dari KPU

Berita meninggalnya Subono diketahui dua rekannya yakni Eko Supriyanto dan budayawan ST Wiyono.

Keduanya membenarkan bahwa rekannya meninggal dunia saat mengikuti kegiatan kampanye yang digelar di panggung Plaza Balai Kota Kota Surakarta.

Subono meninggal dunia seusai terjatuh di panggung saat penyerahan tokoh wayang Wisanggeni kepada Ganjar Pranowo di depan Balai kota Solo.

Baca Juga: Cuss Yuuk! Pertamina Buka Program Beasiswa Sobat Bumi untuk Mahasiswa S1 dan Vokasi. Cek infonya. Batas Waktu Pendaftaran 24 Februari 2024

“Benar Pak Subono tadi meninggal dunia usai tampil adegan terakhir dan sempat bersalaman dengan Pak Ganjar dan Pak Mahfud kemudian lemas jatuh kemudian dibawa mobil ambulans ke rumah sakit dan kemudian dilaporkan meninggal dunia,” kata Wiyono.

Menurut Wiyono, Subono yang tiba-tiba jatuh usai tampil adegan terakhir pertunjukan wayang di Plasa Balai Kota Surakarta atau bertepatan dengan penyerahan wayang. Almarhum bahkan masih sempat bersalaman dengan Ganjar dan Mahfud.

Baca Juga: BISSMILLAH! Doa dan Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab: Uang Tidak Akan Habis Sepanjang Tahun?

Almarhum Subono memang melakukan latihan seni wayang hampir setiap hari. Ada kemungkinan almarhum terlalu capek dan mempunyai semangat dalam seni pewayangan yang luar biasa.

“Sosok Pak Subono dalam pedalangan luar biasa dan dia lebih menonjol di karawitan dan sering dipakai oleh para dalang. Almarhum di ISI diangkat menjadi Empu Pedalangan,” katanya.

Eko Supriyanto mengaku dunia seniman di Kota Solo sangat kehilangan atas kepergian Subono hari ini. Menurutnya dia adalah seorang guru inspiratif kepada seniman seniman muda yang tidak pernah pelit ilmu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X