TITIKTEMU.CO, Kabar gembira , Kini Budaya Sehat Jamu resmi diakui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO), sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat dunia. Penetapan status ini dilakukan di Kota Kasane, Botswana, oleh Komite Konvensi WBTB (Intangible Cultural Heritage/ICH), Rabu (6/12).
Penetapan itu disambut gembira pelaku jamu di Jawa Tengah, karena berpeluang membawa minuman herbal ini ke kancah internasional. Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Jamu Jateng, Stefanus Handoyo Saputro mengatakan siap terus melestarikan jamu melalui berbagai kegiatan. Dengan itu, ia berharap status yang diperoleh tetap lestari, dan tidak akan diklaim oleh bangsa lain.
“Kami tentu senang dengan kabar ini. Karena kami dulu juga ikut mengusulkan budaya sehat jamu menjadi WBTB nasional (2019) lewat Disdikbud Jateng. Dan kemudian dari nasional ditetapkan sebagai WBTB oleh UNESCO,” ujarnya.
Baca Juga: Dibalik Khasiat Jamu Gendong, Ternyata Ada 8 Filosofi Yang Tersembunyi
Ia menyebut, ada beberapa keuntungan yang didapat setelah jamu diakui UNESCO sebagai WBTB tingkat dunia. Di antaranya, mengakselerasi pengembangan jamu sebagai brand Indonesia, pengakuan hak paten jamu adalah milik Indonesia, dan peluang meningkatkan kerja sama tingkat internasional.
Handoyo mengatakan, jamu memiliki historisitas panjang di bumi nusantara. Inskripsi jamu terpahat dalam relief Karmawibangga, yang terdapat di Candi Borobudur. Adapula relief di Candi Rimbi tahun 1329 Masehi, Prasasti Madhawapura 1305 Masehi, Serat Centhini 1814 Masehi, dan Situs Liyangan 800 Masehi.
Kemudian Industri jamu di Indonesia, tercatat, berkembang jauh sebelum pengumuman Kemerdekaan RI. Dimulai pada 1820 Masehi dari sebuah industri rumahan di Jateng, kemudian menyebar ke pulau lain di Indonesia. Pada 1900, tumbuh industri jamu yang menjadi pabrik-pabrik besar, seperti Jamu Jago, Nyonya Meneer, Sido Muncul, Jamu Borobudur, Jamu Dami, hingga Jamu Air Mancur.
Baca Juga: Jamu Gendong Yang Mulai Jarang Terlihat
Kini, jumlah industri ekstrak bahan alam (di Jateng) ada tujuh, industri obat tradisional (IOT) ada 16, termasuk di dalamnya Sido Muncul, Jamu Jago, Borobudur, Deltomed dan Air Mancur. Usaha Kecil Obat Tradisional ada 153 unit, Usaha Mikro Obat Tradisional ada 264 unit. Selain itu, ada pula ribuan jamu gendong, yang kebanyakan ada di Sukoharjo, Demak, Banyumas, dan sebagainya.
Artikel Terkait
7 Cara Mudah Membuat Jamu Tradisional di Rumah, Nggak Pakai Ribet
Jamu Ginggang Pakualaman Yogyakarta, Kini Dipegang Generasi Kelima dan Dijual Online
Jamu Gendong Yang Mulai Jarang Terlihat
Dibalik Khasiat Jamu Gendong, Ternyata Ada 8 Filosofi Yang Tersembunyi
Yompimpah, Yoghurt Paduan Jamu Rempah Karya Mahasiwa Unsoed