Yuk Mengenal Wayang Yang Diperingati Setiap 7 November Sebagai Hari Wayang

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Sabtu, 11 November 2023 | 20:00 WIB
Kesenian wayang kulit dari Indonesia yang di akui UNESCO  (en.wikipedia.org)
Kesenian wayang kulit dari Indonesia yang di akui UNESCO (en.wikipedia.org)

TITIKTEMU.CO, Indonesia punya bayak seni budaya tradisional, termasuk salah satunya adalah seni pertunjukan wayang. Malahan wayang kini menjadi salah satu seni pertunjukan tradisional khas Indonesia yang telah mendunia. 

Kesempatan melestarikan dan mengenalkan budaya wayang di Indonesia lebih luas, karena  wayang Indonesia tidak sekadar menjadi seni pertunjukan tradisional, tapi juga menjadi salah satu materi pelajaran dan jurusan di beberapa universitas di dalam maupun luar negeri. 

Wayang yang diperingati menjadi  hari nasional  setiap 7 November, sudah ada di Indonesia sejak puluhan abad silam. Kata “wayang” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “bayangan”. Jika dilihat secara filsafat, wayang kerap diartikan sebagai bayangan atau cerminan sifat-sifat manusia. Mulai dari sifat murka, serakah, pelit, bijak, dan banyak lagi. Konon, cerita dan penampilan wayang menjadi alat komunikasi, pendidikan, maupun magis-religius (mitos tradisional) yang dipercaya masyarakat pada zamannya. 

Baca Juga: Seniman Vietnam Ini Belajar Wayang Dan Jaran Kepang Di Tumenggung

 

Setiap jenis wayang di Indonesia, memiliki ciri khas masing-masing. Contohnya wayang kulit yang terbuat dari kulit sapi, kerbau, atau kambing. Biasanya, wayang kulit kerap menjadi bagian dari upacara adat. 

Kemudian ada wayang geber yang menjadi salah satu jenis wayang tertua di Indonesia. Konon, wayang ini sudah ada dan berkembang sebelum Islam masuk ke Nusantara. Selanjutnya ada wayang golek, yaitu jenis wayang yang terbuat dari boneka kayu. 

Wayang Orang
Wayang Orang (id.wikipedia)

Satu lagi jenis wayang yang tidak kalah menarik adalah wayang orang. Sesuai dengan namanya, salah satu seni pertunjukan wayang ini diperankan oleh manusia secara langsung. Biasanya, pemeran wayang akan menggunakan pakaian, aksesori, dan riasan yang mirip dalam tokoh pewayangan. 

Pertunjukan wayang kulit di Indonesia telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, atau karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi serta warisan budaya yang indah dan berharga pada 2003.

Baca Juga: Mencari Jejak Wayang Di Wonogiri, Ada Museum Ada Perajin

 

Tak hanya di Indonesia, seni pertunjukan wayang kulit sudah dikenal di berbagai negara. Terbaru adalah pertunjukan wayang kulit “Tunggu Tunggorono” yang sukses memukau penonton di Berkley, Amerika Serikat pada 2022 . Pertunjukan wayang kulit tersebut diiringi Gamelan Sari Laras, Heni Savitri, dan Darsono Hadiraharjo.

Pertunjukan wayang kulit Indonesia juga pernah ditampilkan di Kota Evry, Perancis. Uniknya, penampilan wayang kulit tersebut ditampilkan dalam bahasa Perancis. Bahkan, sebelumnya Kedutaan Besar RI di Budapest, Hongaria pernah memamerkan wayang kulit di Festival Internasional Wayang Kulit pada 2017.

Seni pertunjukan wayang banyak ditemukan di Pulau Jawa, seperti Yogyakarta, Solo, Serang, Surabaya, Malang, dan Banyuwangi. Biasanya, pertunjukan wayang digunakan sebagai hiburan dalam rangka upacara budaya, pernikahan, maupun festival yang bisa disaksikan secara oleh masyarakat umum. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X