Mencari Jejak Wayang Di Wonogiri, Ada Museum Ada Perajin

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Minggu, 5 November 2023 | 13:00 WIB
Salah satu penikmat wayang (Visit Jateng)
Salah satu penikmat wayang (Visit Jateng)

TITIKTEMU.CO, Banyak yang belum tahu jika di Kabupaten Wonogiri ada Museum Wayang Indonesia  yang patut dikunjungi. Letaknya sekitar 15 kilometer berkendara dari pusat kota, terletak di pinggir Jalan Raya Wonogiri – Pracimantoro km 13 tepatnya kecamatan Wuryantoro.

Tapi jangan kaget , jika bangunan museum ini diluar ekspektasi. Jangan bayangkan sebuah bangunan besar dengan koleksi beraneka ragam wayang. Namun ternyata hanya berupa sebuah bangunan joglo kontemporer yang terlihat kurang terawat.

Pak Katimin, salah satu penjaga museum akan mengajak  melihat koleksi beragam jenis wayang dari berbagai daerah di Indonesia. Ada wayang kulit, wayang golek, wayang beber, wayang suket, wayang kumpeni, wayang klitik, wayang tembaga, wayang potehi dan masih banyak lagi. Ada sekitar 436 buah wayang yang dikoleksi disini.

Walau sederhana, museum yang diresmikan oleh presiden Megawati Soekarnoputri pada 1 September 2004 ini ternyata jadi satu dengan kompleks Padepokan Pak Bei Tani M Ng. Prawirowihardjo. Beliau adalah paman dari Soeharto, presiden Indonesia kedua. Disini pulalah Pak Harto menghabiskan masa kecil hingga masa remajanya ketika diasuh oleh sang paman. Masih terdapat peninggalan berupa bangku sekolah rakyat, pusaka dan foto-foto keluarga. 

Baca Juga: Seniman Vietnam Ini Belajar Wayang Dan Jaran Kepang Di Tumenggung

 

Selain Museum Wayang di Wonogiri juga ada  desa wisata Kepuhsari, Manyaran, Wonogiri. Desa pengrajin wayang kulit ini di pelosok. Lokasinya sekitar 41 Km dari pusat kota Wonogiri, namun terlihat sekali desa Kepuhsari sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Para warganya sudah tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis Tetuka) binaan Disporapar Kabupaten Wonogiri.

Rumah-rumah joglo khas Jawa pun sudah dipercantik karena juga dibuka sebagai homestay. Tak hanya turis domestik, sudah mulai banyak juga turis mancanegara yang berkunjung kesini untuk merasakan sensasi hidup menyatu dengan warga lokal meski hanya beberapa hari.

Baca Juga: 5 Warung Ayam Panggang di Wonogiri, Jangan Dicoba Kalau Takut Nagih

Salah sau pembuat wayang kulit adalah Sutarno , yang menatah wayangnya  dari kulit lembu. Di sebelah rumahnya, terdapat workshop dan gallery hasil kerajinan wayang kulitnya. Barangnya bagus-bagus dan unik. Harganya pun terjangkau, cocok untuk dijadikan hiasan rumah maupun buah tangan.

Untuk mencari esensi dan makna filosofi wayang di Wonogiri tentunya tidak cukup sehari. Paling tidak wisatawan dapat mencoba  kearifan lokal dengan menginap di homestay, menyatu bersama warga, belajar membuat wayang hingga latihan ndalang, menabuh gamelan, latihan tari jathilan, serta eksplorasi wisata alam di pegunungan karst yang mempesona.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Visit Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X