kuliner

Waroeng Jadoel Temanggung: Menikmati Masakan Lawas, Kenangan, dan Sopan Santun yang Tidak Dibuat-buat

Sabtu, 1 November 2025 | 19:05 WIB
Waroeng Jadoel Temanggung: Menikmati Masakan Lawas, Kenangan, dan Sopan Santun yang Tidak Dibuat-buat. (javaprivatetour)

Baca Juga: Slow Living di Temanggung: Hidup Tenang dan Damai, Tak Semua Sempurna

Suasana Tempo Dulu yang Bikin Kangen

Begitu masuk ke dalam warung, pengunjung seperti disapa oleh masa lalu. Deretan toples kaca besar berisi jajanan ringan berjajar di atas meja kayu.

Di bagian tengah, berbagai lauk dan kue tradisional disusun rapi di atas piring. Ada jadah goreng, klepon, onde-onde, hingga pisang goring yang disajikan dengan bungkus daun pisang.

Tak hanya menu dan perabotnya, cara penyajiannya pun tetap tradisional. Di sini, tidak ada kertas minyak atau piring plastik. Semua makanan dihidangkan menggunakan piring keramik seperti zaman dulu.

Sentuhan kecil ini yang membuat pengunjung merasa benar-benar kembali ke masa lalu, terasa hangat, sederhana, dan tulus.

Di sudut ruangan, kadang terdengar suara tawa lembut dari para pelayan yang sebagian besar sudah lanjut usia. Mereka adalah penjaga kenangan yang masih semangat melayani pelanggan.

Dengan senyum ramah, mereka selalu menyapa setiap tamu yang datang  seperti menyambut keluarga sendiri.

Baca Juga: KetikaTubuh dan Pikiran Mulai Lelah dengan Hiruk Pikuk Dunia, Bergegaslah ke Magelang!

Cita Rasa yang Tak Lekang Waktu

Daya tarik utama Waroeng Jadoel tentu ada pada cita rasa masakannya. Menu yang tersedia adalah sajian rumahan khas Jawa yang menggugah selera.

Mulai dari tempe dan tahu bacem yang manis gurih, sayur nangka muda yang lembut, tongkol cabe ijo yang pedas segar, hingga opor ayam kampung yang kuahnya kental dan harum santan.

Salah satu menu yang paling khas dan sulit ditemukan di tempat lain adalah empis-empis, olahan daging sapi pedas dengan bumbu tradisional yang menggoda lidah.

Setiap suapan menghadirkan kelezatan yang membuat pengunjung ingin kembali lagi. Semua bahan yang digunakan masih alami, tanpa tambahan penyedap rasa buatan, membuat hidangan lebih sehat dan otentik.

 “Rasanya tetap sama sejak dulu,” begitu komentar para pelanggan setia. Tidak heran jika banyak orang dari luar kota rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk bisa makan di sini.

Halaman:

Tags

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB