kuliner

KULINER LIBUR NATARU : Jangan Lupa Cicip Jadah Tempe, Kuliner Otentik Yogya

Kamis, 26 Desember 2024 | 11:30 WIB
Jadah Tempe Mbah Carik, tempat makan di Jogja. (Facebook/Jadah Tempe Mbah Carik)

TITIKTEMU.CO, Jika libur tahun ini ke Yogya , jangan lupa mencicip Jadah Tempe yang merupakan salah satu makanan khas otentik nusantara. Bisa dibilang kuliner mantap dari Yogyakarta.

Jadah adalah olahan ketan dan kelapa dipadukan makan dengan baceman tempe manis gula Jawa. Yang melegenda dan menjadi salah satu ikon kuliner Yogyakarta adalah Jadah Tempe Mbah Carik

Awalnya Mbok Sastrodinomo, istri Carik Sastrodinomo berjualan aneka makanan di Telaga Putri, Kaliurang sekitar tahun 1950-an. Semula jadahnya ini dipadukan dengan jeroan sapi,  namun karena waktu itu sulit sekali mendapatkannya,  lalu jeroan sapi ini diganti dengan tempe bacem.

Perpaduan rasa gurih jadah dan manisnya tempe bacem sangat ‘nyamleng’ (enak,lezat) di mulut sehingga tak diragukan lagi keotentikan cita rasanya. Jadah Tempe ini juga disebut makanan perjuangan dengan warna merah putih, dimana jadah berwarna putih dan tempe bacem berwarna merah.

Baca Juga: Sarapan Pagi Dengan Nasi Ayam Bu Pini Membuat Semarang Jadi Tak Terlupakan

Kudapan ini sangat digemari Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono IX, keluarga hingga abdi dalem. Bahkan, Sultan HB IX memberikan nama khusus, yakni Jadah Tempe Mbah Carik. Nama inilah yang digunakan turun temurun dan terus dilestarikan oleh general penerusnya.

" Sultan HB IX berpesan kepada kakek dan nenek saya kala itu, berikanlah nama Mbah Carik ben dadi rejeki anak putumu (berilah nama Mbah Carik supaya bisa menjadi rejeki buat anak dan cucumu). Alhamdulillah, nama tersebut memang memberikan rejeki," ujar salah satu pengelola Jadah Tempe Mbah Carik, Angga Kusuma Wibowo.

Angga menceritakan ayahanda Sultan HB X ini pun kerap mengutus beberapa abdi dalem-nya untuk membeli jadah tempe yang ada di kawasan Kaliurang. Tidak sedikit pula kerabat Keraton Yogyakarta yang sengaja berkunjung ke Kaliurang untuk menyantap jadah tempe buatan Mbah Carik ini.

Baca Juga: Cuaca Panas, Es Jadi Minuman Diincar Di Solo

Sampai saat ini, jadah tempe masih begitu digemari bukan hanya warga lokal, melainkan juga wisatawan. Seringkali juga disebut Burger Jawa karena penyajiannya ditumpuk berurutan, yakni tempe, jadah, kemudian tempe lagi.

Sejak dulu resep jadah Tempe Mbah Carik, disebut Angga masih terjaga dengan baik hingga diturunkan dari generasi ke generasi. Selain tak lekang waktu, Jadah Tempe Mbah Carik melakukan inovasi dengan menghadirkan produk kemasan beku (frozen) yang mampu bertahan 8 bulan jika disimpan di lemari pendingin.

Kapasitas produksi untuk jadah mencapai 25 hingga 50 kg per hari. Sedangkan pembuatan tempe bacem, awalnya hanya 400 lalu naik mencapai 2.000 tempe bacem per harinya. Pangsa pasarnya lebih luas dengan jualan frozen food Jadah Tempe Mbah Carik.

Baca Juga: Gembus Cemilan Khas Cilacap Yang Mirip Donat

"Karena banyak customer dari luar DIY yang kangen memakannya, kami kirimkan jadah tempe sebagai tombo kangen atau obat kangen. Pengiriman produk frozen food sendiri tidak hanya di wilayah Pulau Jawa, namun sudah sampai Kalimantan dan Papua," ungkap generasi keempat Jadah Tempe Mbah Carik tersebut.

Masyarakat dari berbagai kalangan dan usia masih setia menikmati Jadah Tempe Mbah Carik ini. Untuk itu, Angga memastikan pihaknya tetap menjaga keotentikan cita rasanya tetap seperti semula. Sehingga Jadah Tempe ini layak menjadi salah satu kuliner asli khas Yogyakarta yang otentik.

Halaman:

Tags

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB