TITIKTEMU.CO - Teh angkringan memang punya rasa khas. Diracik dari beragam mereka teh, teh oplos ini memiliki citasa luar biasa, perpaduan antara sepat, wangi dan kenthal pahit.
Teh oplos ini banyak ditemukan di Solo dan Jogja. Sebanarnya tidak hanya di angkringan, tapi juga di tempat-tempat hajatan di wilayah pedesaan seperti sunatan, kelahiran bayi dan kawinan.
Pembuat mniman the ini bisa disebut dengan istilah jayengan. Nah, para jayengan dipastikan mempunyai resep atau racikan teh sendiri yang rasanya nikmat tidak terkira.
Baca Juga: Rekomendasi Resep Teh Oplos Jogja, Nomor 3 Rasanya Bikin Melayang
Seduhan teh itu nantinya akan menghasilkan citarasa nasgitel, akronim dari panas, legi, kenthel. Kenthel atau kental adalah tingkat kepekatan warna merah dari seduhan teh.
Sangat mudah menemukan teh ginastel di di warung angkringan di Solo dan sekitarnya. Teh oplos ginastel ini juga masih banyak ditemukan di tempat hajatan, terutama di wilayah pinggiran atau pedesaan.
Kalau di perkotaan, hajatan sekarang lebih banyak menggunakan jasa catering sehingga tidka masuk hitungan. Nah, teh oplos di tempat hajatan ini rasanya juga khas banget.
Baca Juga: Kali Ini Rekomendasi 3 Resep Teh Oplos ala Angkringan Jogja, Nggak Kalah dengan Solo
Racikan teh khas Solo atau teh oplos adalah mencampurkan beberapa merek teh untuk menghasilkan rasa baru yang unik, dan pastinya nikmat. Teh seperti ini banyak dtemukan di Solo dan Jogja dan sekitarnya.
Biasanya racikan teh Solo atau teh oplos ini terdiri dari campuran tiga bahkan sampai atau enam merek teh yang berbeda. Tempat produksi teh juga berbeda, seperti Slo, Pekalongan, Tegal dan lainnya.
Karena itu peracik atau penjual harus paham cita rasa atau karakter masing-masing merek teh sehingga menghasilkan seduhan ginastel. Sebab, masing-masing merek teh punya karakter berbeda.
Baca Juga: 3 Resep Teh Oplos Nikmat, Bisa untuk Jualan
Dari berbagai racikan teh, dipastikan oplos Solo dan Jogja selalu memadukan karakter sepat, pahit atau kental, dan aroma wangi melati. Karakter ini diwakili teh-teh produksi Pekalongan, Slawi (Tegal) dan Solo.
Di Solo, berbagai merek teh tubruk mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Gede, Pasar Legi, dan lainnya.